Berita Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Khitanan Massal Gratis HKG Ke-54 TP PKK Babel Sasar 500 Anak, Noni Hidayat Sebut Cermin Semangat Berbagi
PANGKALPINANG — Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke -54, Tim Penggerak PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar kegiatan kegiatan bakti sosial.
Salah satu kegiatan berupa khitanan massal gratis HKG TP PKK Babel yang dimulai Senin di Kantor Sekretariat TP PKK Babel, Senin (22/6/2026) itu, menyasar 500 anak se-Provinsi Babel.
Pelaksanaan kegiatan mengusung tema “Sinergi Berbagi, Merajut Harmoni” yang dihadiri Gubernur Babel Hidayat Arsani beserta Noni Hidayat Arsani dan para pengurus PKK serta undangan lainnya tersebut disambut antusiasme tinggi dari masyarakat.
Menariknya, sebelum menjalani kegiatan proses khitan, anak-anak diberikan hiburan dengan pemutaran film kartun favorit yang menjadi salah satu cara efektif untuk mengalihkan perhatian anak, mengurangi rasa cemas, serta membantu menurunkan rasa takut selama mengikuti proses sunatan.
Pendekatan ramah anak ini membuat peserta lebih tenang dan menikmati rangkaian kegiatan. Setelah menjalani khitan, anak-anak juga menerima bingkisan sebagai bentuk perhatian dan apresiasi.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Babel, Noni Hidayat mengatakan, kegiatan khitanan massal ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan inisiasi PKK Babel terhadap masyarakat, khususnya anak-anak dalam mendukung kesehatan dan kebersihan mereka.
“Khitanan massal ini merupakan bentuk kepedulian sosial, perhatian kita kepada anak-anak agar dapat tumbuh sehat sesuai syariat serta mendapatkan pemenuhan hak kesehatannya,” ujar Noni.
Noni menyebutkan, kegiatan tersebut mencerminkan kuatnya kepedulian sosial dan semangat berbagi antar sesama.
Menurutnya, kehadiran PKK selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, memperkuat ketahanan sosial, serta menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.
“Semoga anak-anak yang mengikuti khitanan massal ini menjadi anak-anak yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, dan menjadi kebanggaan keluarga, daerah, serta bangsa di masa depan,” harapnya.
Istri Gubernur Babel tersebut juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya serta ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada Gubernur Babel, tim medis, Palang Merah Indonesia (PMI), seluruh jajaran panitia serta semua pihak yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan sosial termasuk pihak sponsor diantaranya, Baznas Provinsi Babel, Bank Sumsel Babel Cabang Pangkalpinang, PT Swarna Nusa Sentosa dan PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Depati Amir.
Noni berharap peringatan HKG PKK ke-54 ini, semakin memperkuat peran PKK sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Kegiatan khitanan massal ini juga akan dilaksanakan secara berkelanjutan di kabupaten/kota se-Provinsi Babel, yakni pada 23 Juni 2026 di Bangka Tengah, 24 Juni 2026 di Bangka Selatan, 25 Juni 2026 di Bangka Induk, 26 Juni 2026 di Bangka Barat, serta 29 Juni 2026 di Belitung dan Belitung Timur.
Selain khitanan massal, rangkaian HKG PKK ke-54 juga diisi dengan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat mulai dari donor darah, bimbingan teknis kesehatan, bimbingan teknis pengolahan sampah, serta pembinaan dan gelar produk UP2K/UMKM.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Ferdinan/ FarisEditor: ImeldaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaPemprov Babel Pastikan SPMB SMA/SMK 2026 Berlangsung Transparan, Animo Jalur Afirmasi dan Prestasi Sangat Tinggi
PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel), melalui Dinas Pendidikan, memastikan Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA/SMK Tahun Ajaran 2026/2027 di Babel, berlangsung transparan dan berkeadilan
Gubernur Babel, Hidayat Arsani, melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Saipul Bakhri, mengatakan, SPMB merupakan upaya pemerintah dalam memastikan pendidikan bermutu, dapat diakses oleh seluruh anak secara adil dan merata.
"Dinas Pendidikan menjalankan sistem ini secara jujur, akuntabel transparan dan berkeadilan. Kami berharap kepada orang tua murid dan anak-anak untuk yakin dengan proses yang dilakukan. Jangan percaya kepada pihak-pihak yang menjanjikan bisa membantu masuk ke sekolah tertentu," tegas Saipul, di Pangkalpinang, Kamis (18/6/2026).
Dalam pelaksanaannya, kata Saipul, terdapat empat jalur penerimaan di SPMB 2026, diantaranya, jalur domisili, afirmasi, mutasi dan prestasi.
"Pendaftaran SPMB dilakukan secara daring melalui laman resmi spmb.babelprov.go.id. Untuk jalur afirmasi dan prestasi SMA/ SMK telah dibuka mulai 8-11 Juni 2026. Sementara pada 19-24 Juni 2026 untuk SMA jalur domisili dan mutasi, untuk SMK jalur reguler dan mutasi," jelasnya.
Sistem ini, lanjut dia, dirancang agar proses penerimaan murid baru, berjalan lebih tertata, serta memberikan kesempatan yang lebih luas bagi peserta didik. Animo masyarakat, kata Saipul, sangat tinggi, terutama ketika jalur afirmasi dan prestasi dibuka.
"Alhamdulillah, animo masyarakat pada saat pembukaan pendaftaran jalur afirmasi dan prestasi sangat tinggi. Semua sekolah telah melakukan proses seleksi," ungkapnya.
"Untuk jalur domisili yang baru dibuka pendaftarannya, antusiasnya juga sangat tinggi terutama di sekolah-sekolah pusat kabupaten/kota," tambahnya.
Lebih lanjut menurut Saipul, tingginya minat pendaftar di sejumlah sekolah, dipengaruhi pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, serta sistem penerimaan yang mengedepankan pemerataan akses pendidikan.
Dalam kesempatan itu, Saipul juga mengingatkan seluruh jajaran yang terlibat dalam pelaksanaan SPMB, untuk menjalankan tugas dengan penuh integritas.
Menurut Saipul, proses penerimaan siswa baru yang bersih, akuntabel, transparan dan berkeadilan, merupakan bagian penting dalam mewujudkan pelayanan pendidikan yang berkualitas.
Orang Tua Senang
Sementara itu, salah satu orang tua calon peserta didik, Meizi Herawati, warga Pangkalpinang, mengaku senang dengan pelaksanaan SPMB di SMA Negeri 2 (SMADA) Pangkalpinang, karena dinilai transparan, tanpa biaya, serta memiliki tahapan yang jelas.
"Sistem penerimaan di SMADA Pangkalpinang sangat baik, mulai dari tahapan pendaftaran, jalur penerimaan, kuota daya tampung, hingga persyaratan administrasi yang mudah kami pahami," ungkap Meizi.
Untuk diketahui, pada pelaksanaan SPMB tahun ini, SMA Negeri 2 Pangkalpinang memiliki daya tampung sebanyak 360 siswa, yang terbagi dalam 10 rombongan belajar (rombel).
Berkenaan dengan hal tersebut, Kepala SMA Negeri 2 Pangkalpinang Yunisfu mengapresiasi tingginya antusias masyarakat yang mendaftarkan peserta didiknya ke sekolah yang ia pimpin.
Menurutnya, tingginya jumlah pendaftar menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan dan lingkungan belajar di SMAN 2 Pangkalpinang.
"Antusiasme ini jadi bukti nyata kepercayaan masyarakat terhadap program pendidikan dan lingkungan belajar di SMADA Pangkalpinang. Kami pastikan, seluruh proses SPMB berjalan lancar, transparan, dan akuntabel," tutup Yunisfu.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Ibnu/IdrisEditor: YudhistiraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaNoni Hidayat Dorong Anak-anak TK/PAUD Islam Al Azhar 65 Pangkalpinang Tumbuh Kreatif dan Percaya Diri
PANGKALPINANG — Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, mendorong anak-anak Kelompok Bermain (KB)/Taman Kanak-kanak (TK) Islam Al Azhar 65 Pangkalpinang, berperan aktif, kreatif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, sebagai sarana mengembangkan bakat, minat dan kepercayaan diri.
Pesan tersebut disampaikan Noni Hidayat saat menghadiri kegiatan Pentas Seni dan Perpisahan KB/TK Islam Al Azhar 65 Pangkalpinang di GWK Palace, Selindung Baru, Pangkalpinang, Kamis (18/6/2026).
Menurut Noni, kegiatan ekstrakurikuler menjadi salah satu wadah penting bagi anak untuk mengenali potensi diri sejak dini, terlebih saat memasuki jenjang SD. Anak-anak itu, lanjut dia, akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai bidang yang diminati.
"Sebagai contoh, di SD Al Azhar Pangkalpinang, misalnya, ada banyak sekali pilihan ekstrakurikulernya yang bisa diikuti sesuai minat dan bakat mereka, mulai dari tari, gitar, panahan, coding, robotik hingga sains. Begitupun dengan sekolah lainnya," jelas Noni Hidayat.
Lebih lanjut, dia menilai, keterlibatan anak dalam kegiatan di luar pembelajaran formal, dapat membantu membentuk karakter, kreativitas, serta kemampuan sosial mereka.
"Ekstrakurikuler ini sangat baik diikuti oleh anak-anak kita. Para orang tua bebas memberikan pilihan bagi anak-anaknya, sebagai cara untuk mengembangkan bakat mereka," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Noni Hidayat juga mengapresiasi penampilan para siswa KB/TK Islam Al-Azhar 65 Pangkalpinang, yang tampil penuh percaya diri selama pentas seni berlangsung. Antusiasme dan keberanian anak-anak tampil di atas panggung merupakan hasil kerja sama yang baik antara guru, tenaga pendidik dan orang tua.
"Alhamdulillah, kita lihat tadi anak-anak begitu antusias dan percaya dirinya luar biasa. Itu semua berkat kerja sama guru dan seluruh pendidik yang ada di sekolah," ujarnya.
Noni mengaku bangga melihat kemampuan anak-anak dalam menampilkan berbagai pertunjukan seni di hadapan para orang tua dan tamu undangan.
"Saya sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Kepada orang tua yang sudah hadir melihat penampilan anak-anaknya hari ini juga luar biasa. Penampilan mereka bagus, lucu, menggemaskan dan sangat percaya diri," katanya.
Lebih lanjut, Noni mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak, terutama di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat.
Menurutnya, pengawasan dan pendampingan yang konsisten menjadi kunci agar anak-anak dapat tumbuh dengan baik dan terarah.
"Pesannya, kita harus terus mendampingi dan memantau kegiatan anak-anak kita. Perkembangan zaman sekarang menuntut kita untuk lebih ketat mengawasi demi kebaikan anak-anak kita juga," tutupnya.
Perlu diketahui, kegiatan pentas seni dan perpisahan KB/TK Islam Al-Azhar 65 Pangkalpinang ini berlangsung meriah dengan menampilkan beragam kreativitas siswa sebagai penutup masa pendidikan anak usia dini sebelum melanjutkan ke jenjang SD.
Acara tersebut, turut dihadiri Bunda PAUD Kota Pangkalpinang, Susanti Saparudin, beserta sejumlah tamu undangan lainnya.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: YudhistiraFotografer: Dina/YudhistiraEditor: VeraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita
Aksi Bersih-bersih Pantai Pasir Padi, Noni Hidayat Sebut Langkah Konkret untuk Generasi Mendatang
PANGKALPINANG – Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menggelar olahraga bersama, aksi bersih-bersih pantai dan bhakti sosial, di Pantai Pasir Padi, Pangkalpinang, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan tersebut, digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026
Dalam sambutannya, Ketua BKOW Babel, Noni Hidayat Arsani, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengedukasi masyarakat luas, tentang pentingnya menjaga ekosistem pantai.
Noni Hidayat berharap, kegiatan tersebut dapat menjadi pemantik kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan pantai.
“Ini merupakan sebuah langkah konkret dalam memastikan laut tetap bersih untuk diwariskan kepada generasi mendatang,” ucap Noni Hidayat.
“Pagi hari ini, pasir padi lumayan ya banyak sampahnya. yang dari laut kebawa karena ombak ke pesisir. Jadi pas sekali kita bersih-bersih,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Koorcab REM 045 PD II/Sriwijaya, Juliana, mendorong Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk memberikan perhatian lebih terhadap pengelolaan dan perawatan Pantai Pasir Padi sebagai salah satu destinasi wisata andalan daerah.
Menurut dia, keberadaan Pantai Pasir Padi memiliki nilai strategis karena menjadi satu-satunya pantai yang berada di kawasan perkotaan Pangkalpinang.
"Pasir Padi merupakan satu-satunya pantai yang ada di tengah Kota Pangkalpinang. Ayo berikan perhatian lebih, harus terus dirawat dan dibersihkan supaya tetap cantik," kata Juliana.
Acara tersebut dimulai sejak pukul 06.30 WIB dengan diikuti puluhan peserta, yang terdiri dari jajaran anggota Persit KCK, PKK, instansi terkait, hingga masyarakat setempat.
Dalam Kegiatan bertajuk “Aksi 1 Langkah, Olahraga untuk Tubuh dan Bumi, Laut Bersih Warisan untuk Anak Cucu” itu, para peserta tampak antusias menyisir kawasan pantai dan mengumpulkan berbagai jenis sampah yang berpotensi mencemari ekosistem pesisir.
Turut hadir dalam acara tersebut, sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Babel, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: IbnuFotografer: Ibnu/FarizEditor: YudhistiraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaBKOW Babel Bersih-bersih Pantai Pasir Padi, Noni Hidayat Tegaskan Kolaborasi Modal Penting
PANGKALPINANG — Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan mengampanyekan aksi kolektif pelestarian lingkungan pesisir melalui kegiatan bersih-bersih Pantai Pasir Padi, Pangkalpinang, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan bertajuk “Aksi 1 Langkah, Olahraga untuk Tubuh dan Bumi, Laut Bersih Warisan untuk Anak Cucu” itu diawali dengan senam dan olahraga bersama, yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB.
Setelahnya, puluhan peserta melakukan aksi pungut sampah di sepanjang bibir Pantai Pasir Padi. Para peserta tampak menyisir kawasan pantai dan mengumpulkan berbagai jenis sampah yang berpotensi mencemari ekosistem pesisir.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan laut dan pantai.
Ketua BKOW Babel, Noni Hidayat Arsani, mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini sengaja dikemas dengan memadukan kampanye kesehatan dan aksi nyata pelestarian alam.
Menurut dia, menjaga lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat melalui langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara bersama-sama.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin mempererat silaturahmi, saling mengenal, saling mendukung antarorganisasi, sekaligus mengajak masyarakat peduli terhadap kebersihan lingkungan,” kata Noni Hidayat.
Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Babel itu menegaskan, kolaborasi antarorganisasi menjadi modal penting dalam mendorong gerakan sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.
Noni Hidayat melanjutkan, selain menjadi ajang kebersamaan, kegiatan tersebut juga membawa pesan bahwa kebersihan laut dan pantai merupakan warisan yang harus dijaga untuk generasi mendatang.
Sementara itu, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Koorcab REM 045 PD II/Sriwijaya, Juliana, menilai aksi bersih pantai merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak nyata dalam mengurangi pencemaran sampah, terutama sampah plastik yang masih menjadi persoalan di kawasan pesisir.
“Semoga melalui kegiatan ini bisa mengurangi polusi sampah plastik di Pantai Pasir Padi,” harap Juliana.
Kegiatan itu dihadiri jajaran Persit KCK Koorcab REM 045 PD II/Sriwijaya, pengurus TP-PKK Babel, instansi terkait, serta masyarakat setempat yang turut berpartisipasi dalam aksi bersih pantai.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: IbnuFotografer: Ibnu/FarizEditor: YudhistiraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita
Dilepas ke Tingkat Nasional, Gubernur Babel Minta 6 Calon Paskibraka Jaga Nama Baik Daerah dan Pantang Menyerah
PANGKALPINANG — Semangat, tekad, dan rasa bangga membawa nama daerah terpancar dari enam calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang akan mengikuti proses verifikasi calon paskibraka tingkat pusat.
Sebelum menjalani proses verifikasi tingkat pusat, para calon Paskibraka Babel tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel, saat audiensi sekaligus pelepasan bersama Gubernur Babel, Hidayat Arsani diwakili Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Babel, Fery Afriyanto, di Kantor Gubernur Babel, Senin (15/6/2026), sebeleum bertolak ke Tingkat nasional.
Enam calon Paskibraka tersebut akan mengikuti proses verifikasi yang dilaksanakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Hotel JS Luwansyah, Kuningan, Jakarta, pada 15-19 Juni 2026. Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian seleksi calon Paskibraka tingkat nasional tahun 2026.
Gubernur Hidayat dalam arahannya diwakili Pj Sekda Fery menyampaikan rasa bangga serta apresiasi tinggi kepada para calon Paskibraka yang telah berhasil melewati berbagai tahapan seleksi dengan kerja keras, kedisiplinan, dan komitmen yang kuat.
Menurutnya, kesempatan tersebut merupakan sebuah kehormatan sekaligus tantangan besar yang harus dijalani dengan semangat, optimisme, meminta enam calon Paskibra asal Babel tersebut menjaga nama baik daerah, dan memiliki mental pantang menyerah.
“Ini adalah kesempatan yang membanggakan sekaligus tantangan besar. Tunjukkan kemampuan terbaik, jaga nama baik Provinsi Babel, tetap disiplin, jaga kesehatan, dan hadapi setiap tantangan dengan tekad yang kuat,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar para peserta tidak pernah merasa gentar dalam menghadapi persaingan di tingkat nasional. Sebab, mereka merupakan putra-putri terbaik yang dipercaya membawa nama baik Babel.
"Semoga semuanya berjalan dengan lancar, apapun hasilnya, semua harus disyukuri karena itu adalah yang terbaik untuk kalian," harapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Babel, Burhanuddin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel atas dukungan yang diberikan kepada para peserta calon Paskibraka tingkat Provinsi Babel.
Dia menjelaskan, tiga pasangan calon terbaik yang dilepas hari ini merupakan hasil dari proses seleksi yang ketat, penuh disiplin, dan dedikasi.
“Enam peserta yang mengikuti tahapan ini berasal dari sejumlah sekolah di Provinsi Babel, yakni SMAN 2 Tanjungpandan, SMAN 1 Belinyu, SMAN 1 Manggar, SMAN 1 Pulau Besar, SMAN 1 Tanjungpandan, dan SMAN 2 Pangkalpinang,” jelasnya.
Burhanuddin berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian verifikasi dengan maksimal serta mampu menunjukkan kualitas terbaik sebagai perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada seleksi Paskibraka tingkat nasional tahun 2026.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Jo FandiEditor: AhmadKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaPeringati HUT ke-76 IGTKI, Bunda PAUD Babel Ajak Guru TK Mengajar dengan Mental Bahagia Lewat Hipnoterapi
PANGKALPINANG – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Noni Hidayat Arsani, bersama Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI-PGRI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 IGTKI-PGRI dengan menggelar Talkshow dan Seminar Hipnoterapi, yang berlangsung di ruang Pasir Padi, Lantai 3 Kantor Gubernur Babel, Senin (15/6/2026).
Kegiatan bertajuk "Guru TK Sejahtera, Pendidikan Taman Kanak-Kanak Berkualitas sebagai Fondasi Wajib Belajar 13 Tahun” itu, diikuti ratusan guru TK dari tiga kabupaten/kota se-provinsi Babel, yakni Pangkalpinang, Bangka dan Bangka Tengah.
Noni Hidayat, dalam sambutannya saat membuka acara tersebut, mengatakan mendidik anak usia dini bukanlah suatu perkara mudah. Menurut dia, guru TK memiliki peran strategis, karena menjadi teladan pertama di luar lingkungan keluarga.
“Di tangan Bapak dan Ibu sekalian, fondasi karakter, kecerdasan dan kepribadian anak-anak dibentuk. Masa depan daerah dan suksesnya negara ini ke depan, ada andil besar dari Ibu-Ibu guru semua yang setiap hari mendidik mereka di sekolah,” ucap Noni Hidayat.
Lebih lanjut, Noni Hidayat berharap, digelarnya seminar tersebut, dapat menjadi dukungan moral dan ajang menambah keilmuan bagi para guru TK di Babel.
Bunda PAUD juga mengajak Guru TK mengajar dengan mental bahagia lewat Hipnoterapi. “Terima kasih kepada teman-teman dari IGTKI-PGRI Babel, yang telah konsisten mengawal kualitas pendidikan anak usia dini, di Negeri Serumpun Sebalai ini,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua IGTKI-PGRI Babel, Ariyenni, mengatakan pelaksanaan kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat kompetensi guru TK di Babel.
Ariyenni berharap dengan digelarnya seminar ini, para guru TK di Babel ke depannya dapat mengajar dengan kondisi mental yang prima dan bahagia.
“Semoga sinergi yang terjalin dengan pemerintah daerah semakin kuat. Harapannya, melalui pelaksanaan seminar ini, para guru TK di Babel ke depannya dapat mengajar dengan kondisi mental yang prima. Dengan demikian, mereka dapat mentransfer energi positif ke anak didiknya,” harap Aryenni.
Seminar tersebut menghadirkan dr. Suniti, SpPM., CHI, dari RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, sebagai narasumber, yang mengupas tuntas materi terkait hipnoterapi.
Dalam kesempatan itu, dr. Suniti memaparkan tentang teknik relaksasi dan pengelolaan emosi (manajemen stres), yang sangat berguna bagi para guru saat menghadapi anak didik di sekolah.
Kegiatan tersebut, turut dihadiri pula oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Babel, Saipul Bahri.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: FerdinanFotografer: Fariz/YoskaEditor: YudhistiraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaBabel Kembali Ukir Prestasi di Kancah Nasional, Raih Kalpataru Adya Penyelamat Lingkungan 2026
PANGKALPINANG — Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), kini Kembali mengukirkan prestasi di kancah nasional. Melalui Yayasan Pelestarian Flora dan Fauna Babel, atau Animal Lovers of Bangka Island (Alobi) Foundation, dalam melestarikan flora dan fauna Negeri Serumpun Sebalai, berhasil meraih Kalpataru Adya dengan Kategori Penyelamat Lingkungan tahun 2026 dari Kementerian Lingkungan Hidup RI.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Ketua Alobi, Langka Sani, di Jakarta Convention Center (JCC) Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026) lalu.
Penetapan prestasi yang diraih Babel tersebut, tertuang dalam surat resmi bernomor B.146/C.8/SDM.5.5/06/2026 tertanggal 8 Juni 2026, yang ditandatangani oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup, Ir Sinta Saptarina Soemiarno, M.Sc.
Adapun penghargaan tersebut, diberikan atas dedikasi nyata Yayasan Aloni dalam upaya pelestarian dan penyelamatan lingkungan hidup di Kepulauan Babel.
Merespons hal tersebut, Gubernur Babel, Hidayat Arsani melalui Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Babel, Amransyah Muslimin mengatakan, penghargaan Kalpataru merupakan pengakuan tertinggi negara kepada para pejuang lingkungan.
Diperolehnya penghargaan tersebut, kata Amransyah, mencerminkan kontribusi luar biasa Yayasan Alobi dalam menjaga keanekaragaman hayati di Kepulauan Babel.
"Kami menyampaikan rasa syukur atas raihan penghargaan Kalpataru oleh Yayasan Alobi. Mereka penyelamat lingkungan," kata Amransyah.
"Penghargaan ini juga bukti apresiasi pemerintah, terhadap jasa dan aksi yang dilakukan oleh masyarakat terhadap pelestarian lingkungan," sambungnya.
Mewakili Gubernur Hidayat, Ia berharap, prestari yang diraih Yayasan Alobi, mampu menggugah masyarakat, kelompok, yayasan atau organisasi lain, untuk ikut berkiprah dalam upaya pengelolaan lingkungan.
"Kami ucapkan, selamat kepada Yayasan Alobi, semoga selalu konsisten dalam melestarikan flora dan fauna Babel. Salam lestari," tutupnya.
Untuk diketahui, Yayasan Alobi sejak tahun 2013 silam, terus konsisten bergerak sebagai garda terdepan penyelamatan satwa liar di Sumatera.
Sebagai satu-satunya pusat rehabilitasi satwa multi spesies di Sumatera, Yayasan Alobi tercatat telah melepasliarkan lebih dari 8.000 satwa ke habitatnya.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: YudhistiraFotografer: DLHKEditor: ImeldaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaPemprov Babel Hadirkan Inovasi “Si Peri Hutan”, Ruang Warga Berperan Aktif Jaga Ekosistem Hutan
PANGKALPINANG - Di tengah tantangan keterbatasan anggaran dan luasnya bentang alam yang harus dijaga, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) melalui Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Sungai Sembulan, Babel, mematahkan mitos bahwa inovasi harus mahal.
Melalui aksi perubahan bertajuk "Si Peri Hutan" (Sistem Pengawasan Terintegrasi Hutan) Transformasi Pengawasan Kawasan Hutan Melalui Frugal Innovation di KPHP Sungai Sembulan Babel, mereka membuktikan bahwa frugal innovation, inovasi berbasis efisiensi menjadi kunci menjaga kelestarian hutan di era modern.
"Si Peri Hutan" hadir bukan sebagai aplikasi biasa, melainkan sebagai ekosistem data yang terintegrasi. Dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal, sistem ini mampu meningkatkan akurasi pengawasan secara signifikan.
Integrasi teknologi ini berfungsi krusial untuk meminimalisir human error sekaligus mempercepat waktu tanggap terhadap berbagai ancaman gangguan di lapangan. Efektivitas ini memungkinkan pengawasan kawasan yang masif tetap dapat dilakukan dengan biaya operasional yang sangat efisien dan terukur.
Sentuhan Humanis dalam Kolaborasi, namun, teknologi hanyalah alat. Kekuatan sesungguhnya dari "Si Peri Hutan" terletak pada aspek humanisnya, yakni membangun tanggung jawab bersama (shared responsibility).
Inovasi ini mengubah paradigma pengawasan yang semula bersifat top-down menjadi kerja kolektif yang melibatkan masyarakat setempat sebagai garda terdepan.
Kehadiran sistem ini membuka ruang bagi warga untuk berperan aktif dalam menjaga ekosistem hutan mereka. Kini, pengawasan kawasan bukan lagi beban instansi semata, melainkan wujud nyata kolaborasi antara pengelola hutan yang transparan dengan masyarakat yang peduli.
Gubernur Babel, Hidayat Arsani melalui Kepala KPHP Sungai Sembulan, Oskan F. Immami menjelaskan, unspirasi untuk Masa Depan Keberhasilan KPHP Sungai Sembulan adalah bukti bahwa kreativitas dalam memecahkan masalah adalah aset paling berharga dalam pelestarian lingkungan.
Langkah ini diharapkan tidak sekadar menjadi catatan administratif, melainkan inspirasi bagi transformasi pengawasan hutan yang lebih modern, humanis, dan berkelanjutan di seluruh penjuru Indonesia.
Oskan menegaskan komitmen lembaganya dalam mentransformasi layanan kehutanan menjadi lebih modern dan inklusif.
Melalui pengembangan proyek inovasi “Si Peri Hutan” pihaknya mengimbau masyarakat untuk menyimpan tautan s.id/siperihutan sebagai gerbang akses utama.
“Demi mendukung transparansi serta efisiensi akses data, kami menghadirkan Si Peri Hutan sebagai solusi digital terpadu. Platform ini dirancang khusus agar masyarakat dapat berinteraksi dengan layanan kami secara real-time, aman, dan terintegrasi. Ini adalah langkah nyata kami dalam memastikan data kehutanan dapat diakses dengan mudah oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Oskan.
Karena pada akhirnya, menurut dia, inovasi yang paling cerdas adalah mereka yang mampu memadukan kecanggihan sistem dengan kekuatan partisipasi manusia untuk menciptakan dampak nyata bagi alam.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Tim KPHP Sungai SembulanFotografer: Tim KPHP Sungai SembulanEditor: Tim IKPKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaKeren! Pangan Lokal Goes to School, Cara Jitu Noni Hidayat Ajak Pelajar Jaga Hidup Sehat
BANGKA TENGAH – Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Bunda PAUD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, kini semakin gercep dalam mendukung masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat.
Salah satu lokus utamanya Noni Hidayat terkait hal tersebut adalah melalui program Pangan Lokal Goes to School. Program tersebut cara jitu, Noni Hidayat mengajak para pelajar untuk membiasakan diri mengonsumsi pangan lokal sebagai upaya menjaga hidup sehat, sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
Ajakan tersebut disampaikannya dalam kegiatan Pangan Lokal Goes to School yang digelar di SMA Negeri 2 Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (12/6/2026).
Noni mengatakan, kegiatan Pangan Lokal Goes to School dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya konsumsi pangan lokal, sekaligus mendorong mereka mengembangkan keterampilan, inovasi, dan kreativitas dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk yang bernilai.
"Kegiatan ini bertujuan memberikan kesadaran kepada anak-anak sekolah tentang pentingnya konsumsi pangan lokal serta meningkatkan keterampilan, inovasi, dan kreativitas dalam pengembangan olahan pangan lokal," ujar Noni.
Ia mengapresiasi antusiasme para siswa SMA Negeri 2 Sungai Selan yang turut berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam membudayakan konsumsi pangan lokal di tengah maraknya makanan instan dan cepat saji.
"Kalian harus bangga dengan pangan lokal yang kita miliki. Di rumah, Bunda juga menanam berbagai tanaman pangan di pekarangan, seperti singkong, pisang, pepaya, kacang-kacangan hingga rempah-rempah. Mulailah dari langkah sederhana, yaitu membiasakan mengonsumsi pangan lokal yang tersedia di sekitar kita," jelas istri Gubernur Babel ini.
Menurut dia, konsumsi pangan lokal tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan dan pemenuhan gizi selama masa pertumbuhan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
"Dengan memilih pangan lokal, kita tidak hanya menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga turut mendukung petani lokal, menggerakkan perekonomian daerah, serta memperkuat ketahanan pangan bangsa," ungkapnya.
Dia menilai Bangka Belitung memiliki banyak potensi pangan lokal yang dapat diolah menjadi makanan yang unik, menarik, dan bernilai ekonomi. Karena itu, para pelajar diharapkan mampu mengenali dan memanfaatkan kekayaan pangan daerah sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Selain itu, dia mengingatkan pentingnya menjaga pola makan sejak usia dini. Dia juga menyoroti adanya kebiasaan anak-anak mengonsumsi makanan cepat saji dan minuman manis secara berlebihan yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
"Saat ini, tidak sedikit anak-anak usia belasan tahun yang sudah harus menjalani cuci darah akibat pola makan yang kurang sehat, terlalu banyak mengonsumsi makanan instan dan minuman manis. Hal ini harus dicegah sedini mungkin," tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Noni berharap para siswa semakin mengenal potensi pangan yang ada di daerahnya serta tumbuh rasa bangga untuk mengonsumsi dan mempromosikan pangan lokal dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel, Kurniawan, mengatakan, kegiatan Pangan Lokal Goes to School merupakan salah satu upaya sosialisasi, edukasi, dan promosi pangan lokal kepada generasi muda di Provinsi Kepulauan Babel.
"Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta kecintaan pelajar terhadap pangan lokal yang kita miliki," kata Kurniawan.
Dia menjelaskan, Babel memiliki kekayaan sumber pangan yang sangat beragam, mulai dari ubi kayu, talas, pisang, jagung, sagu, hingga berbagai komoditas lokal lainnya yang memiliki nilai gizi tinggi dan berpotensi besar mendukung ketahanan pangan.
Adanya percepatan penganekaragaman konsumsi pangan, lanjutnya, tidak dapat dilakukan secara instan. Oleh karena itu, promosi, sosialisasi, dan edukasi mengenai pentingnya konsumsi pangan lokal harus terus dilakukan kepada seluruh lapisan masyarakat.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan hangat dari para siswa. Berbagai permainan edukatif yang berkaitan dengan tanaman dan pangan lokal turut mewarnai acara. Antusiasme peserta terlihat saat mengikuti setiap sesi kegiatan.
Salah seorang peserta, Eka, siswi kelas XI SMA Negeri 2 Sungai Selan, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Selain menghibur, kegiatan itu juga menambah pengetahuannya mengenai manfaat dan potensi bahan pangan lokal.
"Saya jadi lebih tahu manfaat pangan lokal, jenis-jenis pangan lokal hingga mengolahnya menjadi makanan menarik dan bergizi tinggi," tutupnya.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Yoska/VeraEditor: ImeldaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaDekranasda Babel Dukung Penuh Industri Daun Ketapang Kering Go International
PANGKALPINANG – Siapa sangka, daun ketapang kering yang kerap dianggap sampah dan dibiarkan berserakan di jalanan, kini menjelma menjadi komoditas ekspor bernilai ekonomi tinggi di pasar internasional.
Keberhasilan ini menarik perhatian khusus dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, yang menegaskan kesiapannya untuk mengawal dan mendukung penuh produk lokal ini (daun ketapang, red) agar terus "naik level" atau go internasional.
Menurutnya, inovasi yang dilakukan pelaku industri lokal membuktikan bahwa produk sederhana memiliki nilai jual tinggi apabila dikelola secara kreatif dan profesional.
Apresiasi tersebut diberikan kepada Central Charcoal Babelindo, industri lokal asal Babel yang dirintis Lukman sejak tahun 2022. Berbekal kejelian melihat peluang pasar, usaha kreatif ini berhasil menangkap peluang bisnis unik dengan mengekspor daun ketapang kering sebagai pelengkap kebutuhan dunia akuarium dan pemeliharaan reptil di luar negeri.
Hingga saat ini, daun ketapang kering asal Babel telah berhasil mengepakkan sayap ke berbagai belahan dunia, mulai dari Amerika Serikat, Inggris, Turki, Singapura, Jepang dengan serapan 10.000 bungkus, hingga Jerman yang memesan sebanyak 20.000 bungkus.
Melihat potensi pasar, Noni Hidayat Arsani menyatakan bahwa Dekranasda Babel berkomitmen penuh untuk mendorong kapasitas produksi industri ini melalui sinergi bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Babel guna memfasilitasi alat penunjang produksi yang memadai.
"Ini adalah bukti nyata bahwa ekonomi lokal kita bisa bersaing di kancah global. Sesuatu yang tadinya dianggap tidak berguna, ternyata memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi di luar negeri. Kami dari Dekranasda, bersama Disperindag Babel, siap menyokong pemenuhan fasilitas dan alat penunjang kerja agar kapasitas ekspor mereka bisa semakin besar dan stabil," ujar Noni saat meninjau stand industri di halaman Kantor Gubernur Babel, Kamis (11/6/2026).
Lebih dari sekadar mencetak prestasi ekspor, Noni optimistis aktivitas bisnis ini dapat menjadi pemantik bangkitnya ekonomi kerakyatan melalui skema pemberdayaan masyarakat. Warga sekitar dapat dilibatkan secara langsung sebagai penyuplai bahan baku daun ketapang kering yang memenuhi standar mutu.
Peluang ini dinilai sangat menjanjikan untuk menambah pendapatan harian keluarga, di mana setiap 12 lembar daun ketapang kering yang lolos sortir dihargai sebesar Rp2.500.
"Kami ingin masyarakat jeli menangkap peluang baru ini. Dengan mengumpulkan dan menyortir daun ketapang, warga bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Ini adalah bentuk pemberdayaan berbasis lingkungan (green economy) yang dampaknya langsung menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Jadi, dari hulu ke hilir, semua merasakan perputaran ekonominya," tambah Noni.
Melalui kolaborasi kuat antara pelaku industri, masyarakat sebagai penyuplai, ditambah dengan dukungan fasilitas dari Dekranasda dan Disperindag Babel, komoditas unik ini diharapkan Noni dapat terus berkembang menjadi produk unggulan baru.
Langkah strategis ini dipercaya tidak hanya menggerakkan roda ekonomi daerah dari sektor bawah, tetapi juga membawa nama Bangka Belitung semakin harum di panggung perdagangan internasional.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: Jo FandiEditor: VeraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaBabel Jadi Rujukan DPRD Kalimantan Tengah dalam Pengelolaan Lahan Pascatambang dan Layanan Digital
PANGKALPINANG — Menjadi sebuah kebanggan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menjadi rujukan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dalam pengelolaan lahan pascatambang dan pengembangan layanan publik berbasis digital.
Hal itu mengemuka dalam kunjungan kerja Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, yang berlangsung di Ruang Tanjung Pesona Kantor Gubernur Babel, Air Itam, Pangkalpinang, Selasa (11/6/2026).
Kunjungan tersebut difokuskan pada studi komparasi pemanfaatan lahan pascatambang untuk pembangunan infrastruktur dan permukiman, sekaligus penguatan regulasi serta peningkatan kinerja urusan komunikasi, informatika, statistik dan persandian.
Mewakili Gubernur Babel, Hidayat Arsani, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Agus Suryadi, mengatakan Babel saat ini mengarahkan pembangunan daerah melalui pendekatan Blue Economy dan Green Tourism.
Menurut Agus, transformasi kawasan pascatambang, menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah agar pemanfaatan sumber daya alam tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Pemanfaatan sumber daya alam harus mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, transformasi kawasan pascatambang menjadi salah satu fokus yang terus didorong oleh Pemprov Kepulauan Babel,” ujar Agus.
Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Lohing Simon, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari regulasi dan implementasi kebijakan yang diterapkan Pemprov Kepulauan Babel, dalam pengelolaan wilayah pertambangan dan pemanfaatan lahan pascatambang.
Menurut dia, kesamaan karakteristik antara Kalimantan Tengah dan Babel sebagai daerah pertambangan menjadi alasan penting untuk menjadikan pengalaman Babel sebagai referensi dalam penyusunan kebijakan daerah
“Kami ingin melihat secara langsung bagaimana Babel mengelola kawasan pascatambang, termasuk regulasi yang mendukung transformasi lahan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Lohing.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPRKP) Provinsi Babel, Jantani Ali, menjelaskan kebijakan pembangunan wilayah dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat setempat.
Jantani menyebut, sejumlah wilayah di Babel mulai mengembangkan pemanfaatan ruang berbasis sektor perikanan, konservasi, dan pariwisata.
"Di sisi lain, pemerintah daerah juga mendorong penataan aktivitas tambang masyarakat melalui skema Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) agar lebih tertib dan sesuai ketentuan," kata Jantani.
Selain membahas soal isu pertambangan, pengembangan layanan digital juga menjadi perhatian DPRD Kalimantan Tengah.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, H.M. Rusdi Gozali, menanyakan strategi Pemprov Babel dalam memperluas layanan informasi hingga ke tingkat desa.
Menanggapi pertanyaan itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kepulauan Babel, Eko Sentosa, menjelaskan pemerintah daerah terus memperkuat akses layanan digital melalui pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi.
Saat ini, kata Eko, Pemprov Babel telah menyediakan 14 titik hotspot internet di sejumlah lokasi strategis, termasuk desa wisata. Pada 2027, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pemerintah juga merencanakan penambahan 27 titik hotspot baru.
“Komitmen kami tidak hanya menghadirkan akses internet, tetapi juga mengintegrasikan berbagai layanan dan produk digital untuk mendukung aktivitas masyarakat, pelayanan publik, serta pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi daerah,” jelas Eko.
Dalam pertemuan itu, turut dilakukan diskusi yang membahas berbagai tantangan pengelolaan lahan pascatambang, termasuk persoalan perizinan yang masih tercatat dalam sistem pemerintah pusat.
Menanggapi topik diskusi, Kabid Penataan Ruang dan Pertanahan Dinas PUPR Provinsi Kepulauan Babel, M Yunus, mengungkapkan bahwa Pemprov Kepulauan Babel, terus mendorong optimalisasi kawasan pascatambang yang sudah tidak produktif, agar memiliki nilai tambah bagi masyarakat.
"Salah satu contoh, saat ini Pemprov Kepulauan Babel melakukan pengembangan kawasan wisata di bekas area pertambangan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi ekonomi sekaligus upaya perbaikan kualitas lingkungan," tutup M Yunus.
Sebelum sesi diskusi ditutup, Kabid Pertambangan Mineral Logam pada Dinas ESDM Babel, Erpan Muchtedi menambahkan bahwa Pemprov Kepulauan Babel juga terus memperkuat regulasi daerah melalui berbagai instrumen kebijakan, termasuk penguatan peraturan daerah yang mendukung transformasi dan pemanfaatan lahan pascatambang secara berkelanjutan.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: FarisFotografer: Faris/IbnuEditor: YudhistiraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaKenalkan Seni Budaya Sejak Dini, Bunda PAUD Babel Inisiasi Lomba Mewarnai dan Tari Kreasi Nusantara
PANGKALPINANG — Wujud nyata Bunda PAUD bersama Kelompok Kerja (Pokja) PAUD, dalam memperkenalkan seni dan budaya sejak dini ke anak-anak PAUD di Negeri Serumpun Sebalai, Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, menginisiasi Lomba Mewarnai dan Tari Kreasi Nusantara.
Kegiatan yang diselenggarakan di Halaman Kantor Gubernur Babel pada Kamis (11/6/2026) pagi itu, diikuti anak-anak PAUD se-Provinsi Babel.
Adapun Lomba Mewarnai, diikuti 15 peserta, yang mana masing-masing Kabupaten/Kota mengirimkan 3 perwakilan peserta.
Sementara Lomba Tari Kreasi Nusantara, diikuti 5 tim penari cilik terbaik bentukan sekolah, yang mewakili masing-masing Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Babel.
Noni Hidayat, dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kreativitas, sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air dan pengenalan budaya nusantara sejak usia dini.
"Kegiatan ini, menjadi ruang kreativitas dan salah satu langkah strategis dalam upaya membentuk karakter dan masa depan anak," kata Noni Hidayat.
Menurut dia, kegiatan positif ini, dapat dijadikan sebagai momentum bagi sekolah dan anak-anak PAUD di Provinsi Kepulauan Babel, untuk unjuk kemampuan terbaik, mengembangkan bakat dan kreativitas, serta menstimulasi kepercayaan diri dan membangun karakter yang unggul sejak dini.
"Lomba Mewarnai dan Tari Kreasi Nusantara, merupakan cara kami untuk mengenalkan budaya Indonesia ke anak-anak. Semoga bisa menciptakan talenta-talenta baru, yang mencintai seni dan budaya Indonesia maupun daerah," tutupnya.
Halaman Kantor Gubernur Babel kian ramai, karena kegiatan ini digelar berbarengan dengan Lomba Kompetensi Siswa (LKS), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N), serta Gelar Produk Unggulan daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Bunda PAUD dan Pokja dari 5 Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan Babel serta Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Babel, Saipul Bakhri.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: FerdinanFotografer: Idris/YoskaEditor: YudhistiraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaNoni Hidayat Dorong Masyarakat Desa Kayu Besi Tak Sungkan Laporkan Persoalan Sosial ke Posyandu
PANGKALPINANG — Ketua Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (TP-Posyandu) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, mendorong masyarakat Desa Kayu Besi, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, memanfaatkan Posyandu sebagai ruang menyampaikan berbagai persoalan sosial yang terjadi di lingkungan mereka.
Pesan tersebut disampaikan Noni Hidayat, saat meninjau Posyandu Duku Desa Kayu Besi, Rabu (10/6/2026).
Menurut dia, Posyandu tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan kesehatan, tetapi juga dapat menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah.
"Jangan sungkan menyampaikan berbagai persoalan penting yang terjadi di masyarakat kepada Posyandu. Misalnya ada anak putus sekolah atau persoalan sosial lainnya yang membutuhkan perhatian bersama," kata Noni.
Dalam kunjungan itu, Noni Hidayat menilai, Posyandu Duku telah menjalankan Enam Standar Pelayanan Minimal (6 SPM) Posyandu dengan baik, yang mana seluruh aspek pelayanan dasar telah berjalan sesuai ketentuan.
"Saya melihat 6 SPM di Posyandu Duku sudah terpenuhi dan dijalankan dengan baik. Semoga ke depan pelayanan yang diberikan semakin maksimal," ujarnya.
Noni Hidayat juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Desa Kayu Besi dalam memberikan perhatian kepada warganya. Ia mengaku telah memastikan langsung informasi mengenai bantuan rutin yang diberikan kepada masyarakat, mulai dari anak-anak, ibu hamil hingga lanjut usia (lansia).
"Tadi saya bertanya langsung kepada warga dan ternyata memang benar bantuan ke masyarakat diberikan setiap bulan. Terima kasih kepada Kepala Desa yang terus memberikan perhatian luar biasa kepada masyarakat.
Menurut Noni Hidayat, langkah tersebut sejalan dengan semangat Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel yang mengutamakan pemanfaatan anggaran untuk kepentingan masyarakat.
"Apa yang dilakukan pak Kades ini, sejalan dengan pesan pak Gubernur, uang rakyat kembali ke rakyat," ucapnya.
Noni Hidayat dalam kesempatan itu menegaskan, Pemerintah Provinsi Babel terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat. Setiap persoalan yang disampaikan, kata dia, akan dicarikan solusi secara bersama-sama sesuai aturan dan kebutuhan yang ada.
"Silakan memberikan masukan. Pemerintah daerah, khususnya Pak Gubernur, sangat terbuka terhadap aspirasi masyarakat. Setiap permasalahan akan kita carikan solusi terbaik bersama," ujarnya.
Selain mengunjungi Posyandu Duku, Noni Hidayat juga mengunjungi mobil perpustakaan keliling. Dalam kesempatan itu, perempuan yang juga menjabat sebagai Bunda Literasi Provinsi Kepulauan Babel itu, mengajak anak-anak Desa Kayu Besi untuk rajin belajar dan aktif membaca.
"Di sini ada mobil perpustakaan keliling. Mereka menghadirkan MBG (Membaca Buku Gratis). Silakan dimanfaatkan ya. Tetap rajin sekolah dan aktif membaca," pesan Noni Hidayat, kepada anak-anak desa setempat.
Sementara itu, Kepala Desa Kayu Besi, Yohanes Tamaela, menegaskan pemerintah desa berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan siap menindaklanjuti berbagai persoalan yang disampaikan warga.
"Berbagai persoalan, seperti stunting, peningkatan minat baca anak, hingga remaja putus sekolah, kami serap dan hadirkan solusinya lewat posyandu," kata Yohanes.
"Sebagai pelayan masyarakat, kami siap mendengarkan dan menindaklanjuti setiap keluhan maupun persoalan yang terjadi di tengah masyarakat," sambungnya.
Menurut dia, dukungan dan perhatian dari pemerintah daerah menjadi motivasi bagi perangkat desa untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Meski demikian, pelaksanaan program tetap disesuaikan dengan ketersediaan anggaran serta ketentuan yang berlaku.
"Terima kasih Ibu Noni, sudah berkunjung ke Desa dan Posyandu kami. Kunjungan ibu hari ini, menjadi motivasi bagi kami untuk semakin maksimal melayani masyarakat," tutupnya.
Dalam kunjungan tersebut, Noni Hidayat turut menyapa warga yang hadir, mulai dari anak-anak hingga lansia. Ia juga menyerahkan bantuan secara simbolis berupa seragam dan perlengkapan sekolah kepada anak-anak Desa Kayu Besi.
Selain itu, bantuan berupa susu dan sayuran juga disalurkan kepada masyarakat, termasuk ibu hamil, sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan gizi keluarga dan kesehatan ibu serta anak di desa tersebut.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: YudhistiraFotografer: Dina/YudhistiraEditor: ImeldaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaDisambut Pedang Pora hingga Ikut Menari, Bunda PAUD Noni Hidayat Puji Kreativitas Siswa di LKS-FLS3N Babel
PANGKALPINANG —Bunda PAUD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani menyambut baik Kegiatan Lomba Kompetensi Siswa (LKS), Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), serta Gelar Produk Unggulan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus sebagai upaya menciptakan generasi muda Babel yang unggul, berprestasi, kreatif, dan berdaya saing.
Hal itu diungkapkannya saat menghadiri pembukaan LKS, FLS3N, dan Gelar Produk Unggulan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus oleh Gubernur Babel, Hidayat Arsani diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Setda Babel, Andri Nurtito, di Halaman Kantor Gubernur Babel, Selasa (9/6/2026).
Menurut Noni, pelaksanaan Kegiatan LKS, FLS3N, serta Gelar Produk Unggulan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus ini dinilai menjadi langkah strategis dalam upaya menciptakan generasi muda Babel yang unggul, berprestasi, kreatif, dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana penting untuk mengasah keterampilan, memperluas pengetahuan, serta menumbuhkan jiwa kompetitif dan inovatif di kalangan peserta didik.
"Kegiatan ini sangat positif, karena memberikan ruang bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya, mengembangkan kreativitas, serta membangun karakter yang unggul dan berdaya saing," ujar istri Gubernur Babel ini.
Noni berharap ajang LKS, FLS3N, dan Gelar Produk Unggulan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus dapat menjadi wadah lahirnya talenta-talenta terbaik Babel yang mampu mengharumkan nama daerah di berbagai tingkat kompetisi.
Kehadiran Bunda PAUD Babel Noni Hidayat ke lokasi LKS, FLS3N, dan Gelar Produk Unggulan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus 2026 mendapatkan sambutan meriah dari para peserta LKS, FLS3N dan Gelar Produk Unggulan, termasuk dari siswa-siswi.
Bahkan para siswa menyambut kedatangan Ketua TP PKK Babel bersama Staf Ahli, Unsur Forkopimda dan undangan terkait lainnya itu, dengan barisan Pedang Pora.
Tak sampai disitu, Noni Hidayat pun diajak menari bersama oleh sekelompok penari yang sedang melakukan atraksi dalam acara pembukaan event akbar Provinsi Babel yang digelar setiap tahun tersebut.
Bunda PAUD Noni Hidayat dalam ajang bergengsi bagi siswa-siswi SMK se-Babel tersebut tidak lupa menyampaikan pujian atas kreativitas para siswa yang terlibat di dalam LKS-FLS3N Babel 2026.
Senang Ikut Terlibat
Salah seorang peserta dari SMKN 1 Pangkalanbaru, Bangka Tengah, Destiriani, mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan tersebut.
Di stand SMKN 1 Pangkalanbaru itu, dia bersama siswa sekolahnya menjual produk kuliner berupa Mie Ayam Beluluk yang merupakan hasil olahan dan inovasi siswa di kelasnya.
"Kami menjual Mie Ayam Beluluk yang dipercaya dapat membantu memperlancar pencernaan dan menjaga kesehatan tubuh," ujar Destiriani.
Menurutnya, keikutsertaan dalam gelar produk unggulan memberikan pengalaman berharga bagi para siswa untuk belajar berwirausaha, melatih kemampuan komunikasi, serta mengenalkan produk lokal kepada masyarakat luas.
"Melalui kegiatan ini kami bisa belajar bagaimana memasarkan produk, melayani konsumen, dan meningkatkan kepercayaan diri. Kami juga bangga bisa memperkenalkan hasil karya sekolah kepada masyarakat," ujarnya.
Perlu diketahui, jumlah peserta LKS diikuti sebanyak 278 orang, FLS3N sebanyak 169 orang serta para peserta gelar produk unggulan.
Di hari pertama lomba, para siswa tampak bersemangat berkompetisi untuk meraih prestasi dalam LKS dan FLS3N serta mempromosikan hasil karya, mulai dari produk kuliner, kerajinan tangan, hingga inovasi teknologi sederhana yang dikembangkan di sekolah masing-masing.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Jo Fandi/RoyanEditor: ImeldaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita
Genjot Kualitas SDM, Pemprov Babel Resmi Buka LKS, FLS3N, dan Gelar Produk Unggulan 2026
PANGKALPINANG — Langkah nyata terus dilakukan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) untuk menggenjot kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, kreatif, dan berdaya saing di Babel.
Salah satunya melalui gelaran Lomba Kompetensi Siswa (LKS), Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), serta Gelar Produk Unggulan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus tahun 2026, yang dilaksanakan di Halaman Kantor Gubernur Babel.
Pemprov Babel pun secara resmi membuka hajatan akbar tahunan tingkat Provinsi Babel (LKS, FLS3N, dan Gelar Produk Unggulan 2026) yang berlangsung 9-12 Juni 2026 itu, Selasa (9/6/2026) siang.
Gubernur Babel, Hidayat Arsani melalui sambutannya yang disampaikan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Setda Babel, Andri Nurtito menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini.
“Ini sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang kompeten, kreatif, dan berdaya saing. Dunia kerja saat ini semakin kompetitif, sementara perkembangan teknologi menuntut tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri," ujarnya.
Pada ajang LKS yang mengusung tema “Talenta Vokasi Memajukan Bangsa”, Pemprov, katanya, berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam kompetensi teknis, tetapi juga memiliki karakter kuat untuk menjadi inovator dan pemimpin masa depan.
Kegiatan LKS, FLS3N, dan Gelar Produk Unggulan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus ini, dijelaskannya, menjadi salah satu bentuk komitmen Pemprov Babel dalam mendukung pengembangan talenta peserta didik, sekaligus memperkuat kualitas pendidikan untuk menciptakan sumber daya manusia yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global.
"Kehadiran dunia usaha dan dunia industri menjadi langkah penting, agar pendidikan vokasi semakin selaras dengan kebutuhan lapangan kerja," ucapnya.
Kepada seluruh peserta, Gubernur menyampaikan pesan motivasi, bahwa setiap siswa yang hadir merupakan pribadi-pribadi terbaik yang telah menunjukkan kemampuan, semangat, dan karakter luar biasa.
"Kalian semua adalah juara. Kehadiran kalian di sini membuktikan bahwa kalian memiliki semangat, kemampuan, dan karakter yang luar biasa," pesan Gubernur Hidayat.
Selain LKS, pada kesempatan yang sama juga digelar FLS3N yang mengangkat tema “Menumbuhkan Karakter Bangsa Melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya”. Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat seni dan sastra sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya bangsa.
Melalui FLS3N, para siswa didorong untuk terus berkarya, berinovasi, dan menjadikan seni budaya sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter serta identitas bangsa.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Babel, Saipul Bakhri menjelaskan, pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan untuk mengembangkan potensi, keterampilan dan kreativitas di berbagai bidang kompetensi secara luring dan daring dalam menyeleksi siswa pendidikan menengah dan pendidikan khusus untuk ke tingkat nasional.
Pembukaan kegiatan yang akan berlangsung mulai 9-12 Juni 2026 ini, turut dihadiri Bunda PAUD sekaligus Ketua TP PKK Provinsi Babel, Noni Hidayat Arsani, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Bunda PAUD Kota Pangkalpinang, Susanti Saparudin, Kepala Perangkat Daerah, para Kepala Sekolah se-Babel dan undangan lainnya.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Jo Fandi/RoyanEditor: ImeldaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaSosialisasikan DASMONEV KIPer, Pemprov Babel Instruksikan OPD Jadikan Pengelolaan Informasi Budaya Kerja Baru
PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel), melalui Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Dashboard Monitoring dan Evaluasi Kinerja Informasi Publik Terintegrasi (DASMONEV KIPer).
Kegiatan berlangsung di Ruang Tanjung Pesona, Lantai I Kantor Gubernur Babel, Selasa (9/6/2026) tersebut, dibuka oleh Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah (Setda) Babel, Elius Gani, mewakili Pj. Sekda Fery Afriyanto, dan diikuti perwakilan administrator, pengelola daftar informasi publik, atau operator dari 12 PPID Pelaksana (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkungan Pemprov Babel.
Elius Gani, saat membacakan sambutan Pj Sekda Fery Afriyanto menuturkan, DASMONEV KIPer hadir sebagai jawaban taktis atas sumbatan komparasi data dan monitoring yang selama ini dihadapi.
Elius Gani melanjutkan, melalui sistem yang terintegrasi ini, proses pemantauan pemutakhiran data informasi publik dari PPID pelaksana di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat dipantau secara realtime.
"Atas nama pemerintah daerah, kami menyambut baik, mengapresiasi dan mendukung penuh aplikasi DASMONEV KIPer," ucap Elius Gani.
Dalam kesempatan itu, Elius Gani menyampaikan, Pemprov Babel menginstruksikan kepada PPID Pelaksana, untuk meningkatkan koordinasi internal, serta menjadikan kehadiran DASMONEV KIPer sebagai budaya kerja baru.
"Jangan melihat pengisian DASMONEV KIPer sebagai beban kerja tambahan, melainkan sebagai alat bantu (tool) untuk mempermudah dan mempercepat kinerja pelayanan informasi kita kepada masyarakat," tuturnya.
"Mari kita jadikan aplikasi DASMONEV KIPer ini sebagai lompatan digital (digital leap) dalam mewujudkan Bangka Belitung yang informatif, transparan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat," ajaknya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfo Babel, Eko Sentosa yang ditemui usai pembukaan kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan ini merupakan kebutuhan sekaligus tuntutan zaman dalam upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik, cepat, terpercaya dan transparan.
Menurut Eko, inovasi yang dihadirkan Diskominfo Babel yakni aplikasi DASMONEV KIPer menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan digitalisasi yang terus berkembang.
"Kami berharap inovasi ini dapat diterapkan secara menyeluruh di seluruh perangkat daerah. Tanpa dukungan dan komitmen bersama, keterbukaan informasi publik hanya akan menjadi wacana. Karena itu, kolaborasi seluruh perangkat daerah sangat diperlukan agar pelayanan informasi dapat berjalan optimal," ujar Eko.
Ia menegaskan, Pemprov Babel berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam aspek keterbukaan informasi.
"Pesan Pak Gubernur sangat jelas, yakni terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama keterbukaan informasi. Aplikasi DASMONEV KIPer menjadi salah satu jawaban konkret untuk mewujudkan komitmen tersebut," tandasnya.
Eko menjelaskan, melalui sistem yang terintegrasi, setiap permohonan informasi publik diharapkan dapat diproses lebih cepat, terkoordinasi dan memberikan umpan balik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta kewenangan yang dimiliki pemerintah daerah.
"Kami optimistis seluruh perangkat daerah dapat menyelaraskan langkah dengan tujuan besar yang dicanangkan Pak Gubernur, yaitu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin terbuka, responsif dan akuntabel," ucapnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis tersebut juga bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah dalam memahami ruang lingkup tugas, tanggung jawab, serta standar pelayanan informasi publik yang berkualitas.
"Aplikasi DASMONEV KIPer merupakan bentuk optimalisasi pelayanan informasi publik yang dibangun bersama. Semakin kuat dukungan perangkat daerah, semakin baik pula kualitas keterbukaan informasi yang dapat dirasakan masyarakat," tutupnya.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: YudhistiraFotografer: Jo Fandi/RoyanEditor: AhmadKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita“Senam Berani” Bersama Ratusan Ibu-Ibu di Care Free Day Dealova, Noni Hidayat Ajak Masyarakat Aktif Berolahraga
PANGKALPINANG — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), bersama Honda Babel, menggelar Senam Berani (Bergerak Aktif Bersama Bunda Noni), di care free day Taman Dealova Pangkalpinang, Minggu (7/6/2026) pagi.
Senam tersebut, diikuti dengan antusias oleh Ketua dan Pengurus TP-PKK Babel, Noni Hidayat Arsani, ratusan ibu-ibu dan masyarakat Pangkalpinang.
Ketua TP-PKK Babel, Noni Hidayat sebelum senama dimulai, mengajak Pengurus PKK dan masyarakat membiasakan diri hidup aktif, salah satunya rutin berolahraga.
"Olahraga tidak harus mahal atau berat. Kita bisa memulainya dengan jalan pagi dan “Senam Berani” yang merupakan salah satu inovasi saya untuk masyarakat Babel," ujar Noni Hidayat.
Menurut dia, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang untuk menggerakan tubuh agar sehat dan bugar, akan tetapi juga mempererat tali silaturahmi, memupuk kebersamaan dan menjaga kekompakan diantara seluruh masyarkat dan Pengurus PKK.
Lebih lanjut, Noni Hidayat mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai rutinitas untuk mewujudkan keluarga Indonesia dan Babel yang sehat, serta berkualitas.
"Saya yakin dan percaya, dalam tubuh yang sehat akan menciptakan jiwa yang kuat, sehingga dapat tercipta keluarga yang bahagia dan sejahtera," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Noni Hidayat mengajak peserta untuk mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh semangat dan riang gembira.
"Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluriuh panitia dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Kepada seluruh masyarkat, selamat berolahraga, mari kita ikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan riang gembira," tutupnya.
Selain senam berani, kegiatan turut dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan sales exhibition.
Usai senam, Noni Hidayat menyempatkan diri berkeliling ke stand UMKM dan belanja sejumlah produk UMKM yang berada di lokasi acara.
Dalam kesempatan yang sama, Noni Hidayat juga sempat mencicipi jamu yang dijajakan di lokasi acara dan mengucapkan selamat memperingati Hari Jamu Nasional.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: YudhistiraFotografer: Jo Fandi/DinaEditor: ImeldaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaNaik Motor ke Lokasi Penanaman Mangrove, Aksi Gubernur Hidayat dan Istri Curi Perhatian Warga
BANGKA TENGAH - Suasana berbeda mewarnai rangkaian kegiatan Penanaman Mangrove dalam rangka Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 di Desa Bhaskara Bakti, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (5/6/2026).
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani bersama Ketua TP PKK, Noni Hidayat Arsani, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), memilih menggunakan sepeda motor untuk menuju lokasi penanaman mangrove, yang berlokasi di kawasan pesisir desa tersebut.
Sebelum tiba di lokasi penanaman, rombongan Gubernur Hidayat bersama Ketua TP PKK mencuri perhatian warga saat melewati jalan dari Kantor Gubernur di Pangkalpinang, Desa Namang hingga perkebunan warga.
Kehadiran Gubernur dan Ketua TP PKK Babel yang membaur bersama masyarakat pagi itu, mendapat sambutan hangat dari warga setempat.
Momen itu, mencerminkan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat sekaligus melihat secara langsung kondisi wilayah yang menjadi lokasi pelaksanaan program pelestarian lingkungan.
Ketua TP PKK Noni Hidayat Arsani, tampak antusias mengikuti perjalanan menuju lokasi bersama para peserta kegiatan.
Kehadirannya menunjukkan dukungan penuh terhadap gerakan pelestarian lingkungan yang melibatkan masyarakat, kader PKK, pemerintah daerah, dunia usaha dan berbagai elemen lainnya.
Perjalanan menggunakan sepeda motor juga menjadi simbol semangat kebersamaan dan gotong royong yang selama ini menjadi ruh dari gerakan PKK.
Tidak ada sekat antara pemerintah dan masyarakat, seluruh peserta bergerak bersama menuju satu tujuan, yakni menjaga dan melestarikan lingkungan pesisir melalui penanaman mangrove.
Setibanya di lokasi, Gubernur Hidayat Arsani, Noni Hidayat Arsani serta unsur Forkopimda langsung mengikuti kegiatan penanaman mangrove bersama masyarakat.
"Hari ini, kami bersama ibu Noni, jajaran Forkopimda dan para kepala OPD, ke lokasi penanaman mangrove di Baskara Bhakti menggunakan motor, tujuannya efisiensi dan menghemat penggunaan BBM, sebagai tindaklanjut dari instruksi pemerintah pusat," terang Gubernur Hidayat.
Kegiatan penanaman mangrove, kata dia, menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ketahanan ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup.
"Mangrove jadi salah satu penopang kehidupan masyarakat pesisir dan aset penting bagi keberlanjutan lingkungan serta pariwisata daerah, serta menjadi habitat sejumlah flora dan fauna," ucapnya.
"Mari jaga pohon-pohon mangrove yang sudah ditanam, terus dirawat dan dipelihara agar bermanfaat nyata bagi masyarakat," ajaknya.
Melalui kegiatan ini, Pemprov Babel bersama TP PKK tidak hanya mengajak masyarakat untuk menanam mangrove, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian fan tanggung jawab bersama, dalam menjaga kelestarian alam untuk generasi yang akan datang.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: ImeldaFotografer: Jo Fandi/RoyanEditor: YudhistiraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita
TP-PKK Babel Tanam 1000 Mangrove di Desa Baskara Bhakti, Noni Hidayat Tekan Peran Keluarga
BANGKA TENGAH — Langkah nyata menjaga kelestarian lingkungan alam, kini digencarkan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Pelaksanakan Penanaman Mangrove 1000 pohon mangrove, di Desa Bhaskara Bakti, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (5/6/2026) tersebut dalam rangka Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026.
Ketua TP-PKK Babel, Noni Hidayat Arsani yang memimpin kegiatan penghijauan itu bersama Gubernur Hidayat Arsani dalam sambutannya mengatakan, penanaman mangrove bukan sekadar menanam pohon, tetapi menjadi simbol kesadaran kolektif, untuk menjaga kelestarian alam demi masa depan generasi mendatang.
“Penanaman mangrove bersama, adalah momentum bagi kita semua untuk bangkit dan peduli terhadap kelestarian lingkungan, sekaligus mempererat semangat gotong royong, demi masa depan yang lebih aman dan sejahtera,” ujar Noni Hidayat.
Noni Hidayat menekankan peran keluarga sangat penting dalam membangun budaya cinta lingkungan. Karena itu, kader PKK memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak di tengah masyarakat untuk menanamkan kesadaran menjaga alam sejak dini.
“PKK memiliki peran penting dalam membangun kesadaran lingkungan di tingkat keluarga. Melalui keluarga yang peduli lingkungan, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih sehat, bersih, dan berkelanjutan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Noni Hidayat mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam sayuran dan tanaman obat keluarga (TOGA), serta mengelola sampah secara bijak sehingga memberikan manfaat ekonomi maupun lingkungan.
"Terima kasih dan apreaiasi, kami sampaikan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bateng), dunia usaha, kelompok masyarakat serta seluruh relawan yang sudah berpartisipasi di kegiatan ini," tuturnya.
Kegiatan ini, turut dihadiri oleh Gubernur Babel, Hidayat Arsani. Dalam sambutannya, Hidayat menekankan tentang pentingnya menjaga ekosistem mangrove, sebagai benteng alami pesisir, sekaligus penyangga kehidupan masyarakat.
Menurut Hidayat, tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, yakni “Terinspirasi dari Alam, untuk Iklim, untuk Masa Depan”, menjadi pengingat bahwa bumi merupakan titipan bagi generasi yang akan datang.
Lebih lanjut, Hidayat menggambarkan mangrove sebagai simbol ketangguhan dan kebersamaan, yang mampu melindungi pesisir dari abrasi, menjadi habitat berbagai biota laut, serta berperan besar dalam menyerap karbon untuk mengurangi dampak perubahan iklim.
"Terima kasih kepada TP-PKK Babel yang sudah menggelar kegiatan ini. Menjaga mangrove, berarti menjaga kesejahteraan masyarakat. Menjaga mangrove berarti menjaga masa depan Babel,” tutup Hidayat.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: ImeldaFotografer: Jo Fandi/RoyanEditor: YudhistiraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita
