Berita Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Subscribe to Berita Provinsi Kepulauan Bangka Belitung feed
Updated: 4 hours 21 min ago

55 Putra-Putri Terbaik Babel Ikuti Seleksi Paskibraka Tingkat Provinsi dan Pusat 2026, Ini Pesan Gubernur Hidayat

Mon, 05/11/2026 - 16:25

PANGKALPINANG — Sebanyak 55 putra-putri terbaik yang merupakan utusan dari seluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengikuti tahapan seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat provinsi dan pusat tahun 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel melalui Badan Kesbangpol Babel di Aula Natar Praja, Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah (BKPSDMD), terhitung 11-15 Mei 2026 tersebut, dibuka secara resmi oleh Gubernur Babel, Hidayat Arsani, diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Agus Suryadi Yamani. 

Gubernur Hidayat dalam arahannya disampaikan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Agus mengucapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan dalam keadaan sehat dan lancar.

Dikatakannya, Paskibraka bukan sekadar pasukan pengibar bendera, melainkan wadah pembentukan karakter generasi muda yang nasionalis, disiplin, tangguh, berintegritas, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan semangat gotong royong. 

Ia menyebutkan, seluruh peserta yang hadir merupakan putra-putri terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Babel yang telah melewati berbagai tahapan seleksi di daerah masing-masing.

“Kalian (peserta, red) harus bangga, karena telah dipercaya untuk mengikuti seleksi di tingkat provinsi ini,” ujarnya dihadapan peserta dan tamu undangan.

Seluruh peserta, Ia berpesan, agar menjaga sportivitas, disiplin, kesehatan, serta semangat juang selama proses seleksi berlangsung. Menurutnya, kemampuan terbaik harus ditunjukkan dengan tetap menjunjung tinggi nilai kejujuran, kerja keras, dan rasa persaudaraan.

“Saya berpesan agar seluruh peserta tetap menjaga sportivitas, disiplin, kesehatan, dan semangat juang selama proses seleksi berlangsung,” katanya.

Selain itu, Ia juga meminta tim seleksi dan panitia menjalankan proses seleksi secara objektif, transparan, profesional, dan akuntabel, agar nantinya terpilih anggota Paskibraka terbaik yang mampu mengemban tugas di tingkat provinsi maupun pusat.

Pemprov Babel, ditegaskannya, memberikan perhatian besar terhadap pembinaan generasi muda. Generasi muda yang memiliki semangat nasionalisme dan karakter kuat, menurutnya, merupakan modal penting dalam membangun daerah dan bangsa di masa depan.

“Saya berharap melalui kegiatan ini akan lahir generasi muda Bangka Belitung yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat,” ungkapnya.

Pembukaan seleksi Calon Paskibraka tingkat Provinsi Babel dan Pusat Tahun 2026 ditandai dengan penyematan Tanda Peserta sekeksi.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: LulusFotografer: Jo FandiEditor: AhmadKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Masyarakat Buyan Kelumbi Antusias Ikuti Senam BERANI TP PKK Babel

Fri, 05/08/2026 - 20:26

BANGKA BARAT — Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mengajak masyarakat membudayakan pola hidup sehat melalui pelaksanaan Senam Bergerak Aktif Bersama Bunda Noni (Berani) di Desa Buyan Kelumbi, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Kamis (7/5/2026) kemarin.

Kegiatan senam tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda Kunjungan Kerja TP-Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Provinsi Kepulauan Babel dalam rangka Hari Posyandu Nasional Tahun 2026.

Mengusung tema “Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal, Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat”.

Masyarakat Desa Buyan Kelumbi khususnya kaum ibu menyambut antusias dan mengikuti gerakan senam bersama yang diberi nama Senam BERANI.

Noni Hidayat mengatakan, Senam Berani hadir sebagai upaya mengajak masyarakat untuk rutin berolahraga melalui gerakan yang sederhana dan mudah diikuti seluruh kalangan.

“Senam Bergerak Bersama Bunda Noni atau Senam Berani ini kami hadirkan untuk mengajak masyarakat gemar berolahraga dengan gerakan yang simpel dan sederhana, sehingga mudah dipraktikkan oleh siapa saja,” ujarnya.

Ia menuturkan, senam tersebut kembali digaungkan agar dapat diterapkan secara luas oleh ibu-ibu di seluruh wilayah Babel melalui peran kader TP-PKK dan kader Posyandu di daerah.

“Harapannya, para kader TP-PKK dapat menularkan gerakan-gerakan senam ini kepada kader-kader di daerah masing-masing, sehingga budaya hidup sehat semakin tumbuh di tengah masyarakat,” harapnya.

Menurut Noni, menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik seperti senam sangat penting untuk meningkatkan kebugaran tubuh, menjaga daya tahan, serta mencegah berbagai penyakit.

“Dengan tubuh yang sehat, masyarakat tentu dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik. Karena itu, kami ingin senam ini menjadi kebiasaan positif di lingkungan masyarakat,” ungkapnya.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Ketua TP-Posyandu Kabupaten Bangka Barat, Evi Astura Markus dan Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman.

Hadir pula jajaran pengurus TP-Posyandu Provinsi Babel dan Kabupaten Bangka Barat, Kepala Desa Buyan Kelumbi, Camat Tempilang, serta masyarakat setempat.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Yudhistira Fotografer: Dina Editor: AhmadKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Gelar Senam BERANI, Noni Hidayat: PKK Harus Jadi Ujung Tombak Memasyarakatkan Olahraga

Fri, 05/08/2026 - 19:11

PANGKALPINANG – Ketua TP PKK Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani kembali melakukan aktifitas olahraga di pagi hari, dimulai dari bersepeda sejak pukul 6 pagi, dilanjutkan dengan berolahraga Senam Bergerak Aktif Bersama Bunda Noni (BERANI) beserta seluruh pengurus TP PKK, dan diakhiri dengan panen cabai bersama di Kebun PKK Cikar pekarangan Rumah Dinas Gubernur Babel. 

Senam yang dipimpin instruktur dari Dinsos PMD Babel, Jumat (8/5/2026) tersebut di awali dengan Senam Bedincak. Tampak Ketua PKK bersama pengurus melakukan gerakan demi gerakan dengan penuh semangat. 

Noni usai Senam BERANI mengatakan, Senam BERANI memang diciptakan guna memasyarakatkan olahraga dari keluarga ke masyarakat.

"Senam ini dirancang dengan gerakan sederhana agar bisa diikuti mulai anak-anak hingga lansia. Karena didalam tubuh yang sehat ada jiwa yang sehat," ujarnya. 

Nama BERANI sendiri dipilih untuk memberi semangat agar semua kalangan bergerak aktif dimana saja bisa dilakukan. 

“Gerakannya sederhana, tidak butuh alat, dan bisa dilakukan di halaman rumah. Tujuan utamanya supaya olahraga tidak terasa berat, tapi jadi kebiasaan keluarga,” ujar Noni. 

Ia berharap, Senam BERANI disebarluaskan melalui jaringan PKK desa, kelurahan, dan dasawisma. Kader PKK akan dilatih sebagai instruktur lapangan yang bertugas mengajarkan senam ini ke kelompok PKK dusun, posyandu, dan arisan ibu-ibu.

“PKK harus jadi ujung tombak memasyarakatkan olahraga. Dimulai dari keluarga sendiri, lalu menyebar ke lingkungan. Kalau ibu sehat, anak ikut sehat, bapak juga termotivasi,” pungkasnya.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Imelda Fotografer: Jo FandiEditor: AhmadKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Noni Hidayat Ajak Warga Buyan Kelumbi Hidup Sehat dan Tingkatkan Kesiapsiagaan Tangani Kebakaran Rumah Tangga

Fri, 05/08/2026 - 09:24

BANGKA BARAT — Ketua Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (TP-Posyandu) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani mengajak masyarakat Desa Buyan Kelumbi, Kecamatan Tempilang, untuk menerapkan pola hidup sehat sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran rumah tangga dan ancaman hewan liar.

Ajakan itu diwujudkan melalui kegiatan Senam Bergerak Bersama Bunda Noni (Berani) bersama masyarakat setempat, Kamis (7/5/2026).

“Kita semua harus menerapkan perilaku hidup sehat, karena dibalik tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat,” kata Noni Hidayat.

Selain itu, kata Noni Hidayat, masyarakat juga mendapat sosialisasi penanganan kebakaran skala kecil dan edukasi evakuasi hewan liar dari petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bangka Barat.

Menurut Noni, edukasi tersebut penting agar masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, agar tidak panik saat menghadapi kondisi darurat di lingkungan tempat tinggal.

“Sosialisasi ini penting agar masyarakat, khususnya ibu-ibu, tidak panik saat terjadi kebakaran skala kecil,” ujarnya.

Noni Hidayat menambahkan, pengetahuan tentang penanganan dan evakuasi hewan liar juga menjadi hal penting, terutama saat musim penghujan ketika interaksi warga dengan satwa liar seperti ular meningkat.

“Jika masyarakat memahami cara penanganannya, mereka bisa terhindar dari risiko tingkat lanjut yang kita semua tidak inginkan,” tutupnya.

Kegiatan itu merupakan rangkaian Kunjungan Kerja TP-Posyandu 6 SPM Provinsi Babel memperingati Hari Posyandu Nasional 2026, yang mengusung tema Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal, Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Ketua TP-Posyandu Kabupaten Bangka Barat, Evi Astura Markus, serta Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman.

Hadir pula jajaran pengurus TP-Posyandu Provinsi Babel dan Kabupaten Bangka Barat, Kepala Desa Buyan Kelumbi, Camat Tempilang, serta masyarakat setempat.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Yudhistira Fotografer: Dina Editor: AhmadKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Noni Hidayat Harapkan Posyandu Flamboyan Harumkan Nama Babel di Kancah Nasional

Fri, 05/08/2026 - 09:20

BANGKA BARAT — Ketua Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (TP-Posyandu) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, berharap Posyandu Flamboyan Desa Buyan Kelumbi, Kecamatan Tempilang, Bangka Barat, dapat mengharumkan nama Negeri Serumpun Sebalai di kancah nasional.

Yang mana, Posyandu Flamboyan Desa Buyan Kelumbi, diketahui akan mewakili Provinsi Kepulauan Babel, di lomba Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) tingkat Nasional tahun 2026, setelah sebelumnya sukses menjuarai ajang yang sama di tingkat provinsi.

Hal itu, disampaikan Noni Hidayat dalam sambutannya, saat mengunjungi posyandu tersebut, pada Kamis (7/5/2026).

“Kalau saya lihat, aspek 6 SPM di Posyandu Flamboyan ini terpenuhi. Karena itu mereka layak menjadi juara di tingkat provinsi,” kata Noni Hidayat.

Ia juga mengapresiasi dewan juri yang telah memberikan penilaian secara objektif dalam lomba Posyandu 6 SPM tingkat provinsi.

“Terima kasih kepada para dewan juri yang sudah memberikan penilaian dengan baik dan objektif. Nantinya Posyandu Flamboyan akan mewakili Babel di tingkat nasional. Semoga bisa mengharumkan nama daerah,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Noni Hidayat menegaskan keberadaan posyandu tidak hanya berfungsi sebagai layanan kesehatan dasar, tetapi juga menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial.

Ia meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan persoalan yang dihadapi melalui kader posyandu. “Kalau ada anak putus sekolah atau rumah warga yang tidak layak huni, jangan sungkan melapor ke Posyandu. Nanti bersama-sama kita carikan solusi,” katanya.

Menurut Noni, setiap persoalan yang masuk akan ditindaklanjuti secara berjenjang. Ia juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak apabila penanganan membutuhkan dukungan tambahan.

“Kalau anggaran pemerintah terbatas, kita bisa bekerja sama dengan mitra atau stakeholder untuk membantu masyarakat,” ucapnya.

Pada kegiatan tersebut, Noni Hidayat menyerahkan bantuan berupa alat peraga edukatif untuk Posyandu Flamboyan. Selain itu, diserahkan juga bantuan untuk balita dan lansia dari Bank Sumsel Babel dan PT Sawindo Kencana.

Kegiatan ini merupakan rangkaian agenda Kunjungan Kerja TP-Posyandu 6 SPM Provinsi Babel memperingati Hari Posyandu Nasional 2026, yang mengusung tema Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal, Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat.

Turut mendampingi Noni Hidayat dalam kegiatan tersebut, Ketua TP-Posyandu Kabupaten Bangka Barat, Evi Astura Markus, serta Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman.

Hadir pula jajaran pengurus TP-Posyandu Provinsi Babel dan Kabupaten Bangka Barat, Kepala Desa Buyan Kelumbi, Camat Tempilang, serta masyarakat setempat.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Yudhistira Fotografer: Dina Editor: AhmadKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Noni Hidayat Serahkan Bantuan Renovasi Rutilahu di Tempilang

Thu, 05/07/2026 - 19:33

BANGKA BARAT — Ketua Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (TP-Posyandu) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, menyerahkan bantuan renovasi rumah tidak layak huni (Rutilahu) kepada penerima manfaat di Desa Buyan Kelumbi, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Kamis (7/5/2026).

Penyerahan bantuan tersebut merupakan bagian dari program renovasi rumah warga yang bersumber dari dana CSR Bank Sumsel Babel.

Terdapat total tujuh rumah warga yang mendapat bantuan renovasi melalui program tersebut, dengan rincian dua rumah di Desa Buyan Kelumbi dan lima rumah di Desa Cupat, Kabupaten Bangka Barat.

Dalam kesempatan itu, Noni Hidayat berharap bantuan renovasi rumah dapat membantu masyarakat memiliki hunian yang lebih layak, aman dan nyaman untuk ditempati bersama keluarga.

“Semoga bantuan ini bermanfaat, jadi tempat tinggal yang nyaman, serta perantara dalam memperlancar rezeki bagi penerima dan keluarga,” ujar Noni Hidayat.

Noni Hidayat mengatakan, program renovasi Rutilahu merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat, yang membutuhkan dukungan untuk memperbaiki kondisi tempat tinggalnya.

Selain itu, kata Noni Hidayat, program ini juga merupakan bagian dari implementasi 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu, meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman & ketertiban umum (Trantibumlinmas), serta sosial.

Lebih lanjut menurut dia, rumah yang layak menjadi kebutuhan dasar yang penting dalam mendukung kesehatan, kenyamanan dan kesejahteraan keluarga.

Karena itu, ia berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dapat terus diperkuat agar semakin banyak warga yang merasakan manfaat program sosial serupa.

“Kolaborasi seperti ini sangat baik dan semoga terus berlanjut untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Sementara itu, Ismail, salah satu penerima manfaat renovasi Rutilahu di Desa Buyan Kelumbi, mengaku terharu dan bersyukur atas bantuan yang diterimanya. 

Ismail sebelumnya tak pernah menyangka jika dirinya menjadi salah satu penerima manfaat program tersebut, meskipun kondisi rumahnya sebelumnya memang sudah membutuhkan banyak perbaikan.

“Alhamdulillah kami sangat terbantu. Terima kasih kepada Ibu Noni Hidayat dan semua pihak yang sudah peduli dengan kondisi rumah kami. Semoga kebaikan ini dibalas Allah SWT,” tutur Ismail penuh syukur.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan berupa beras kepada penerima manfaat program renovasi rutilahu.

Kegiatan ini juga merupakan rangkaian dari agenda Kunjungan Kerja TP-Posyandu 6 SPM Provinsi Kepulauan Babel Dalam Rangka Hari Posyandu Nasional Tahun 2026.

Adapun tema yang diusung dalam kegiatan ini, yakni Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal, Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat.

Turut mendampingi dalam kegiatan itu, Ketua TP-Posyandu Kabupaten Bangka Barat, Evi Astura Markus dan Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman.

Hadir pula jajaran pengurus TP-Posyandu Provinsi Babel dan Kabupaten Bangka Barat, Kepala Desa Buyan Kelumbi, Camat Tempilang, serta masyarakat setempat.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Yudhistira Fotografer: Dina Editor: AhmadKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Kunjungi PAUD Nurul Ikhsan Desa Buyan Kelumbi, Noni Hidayat Tekankan Tentang Pentingnya Literasi Sejak Dini

Thu, 05/07/2026 - 17:11

BANGKA BARAT — Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani mengunjungi PAUD Nurul Ikhsan, Desa Buyan Kelumbi, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat.

Dalam kunjungan Kamis (7/5/2026) tersebut, Noni Hidayat yang didampingi Bunda PAUD Kabupaten Bangka Barat, Evi Astura Markus disambut hangat para guru dan siswa, melalui penampilan tari sambut yang dibawakan anak-anak PAUD Nurul Ikhsan.

Di hadapan para siswa, Noni Hidayat memberikan motivasi agar anak-anak sejak dini membiasakan diri hidup disiplin, rajin belajar, serta menghormati orang tua dan guru.

Ia menekankan pentingnya literasi dan pembentukan karakter anak sejak usia dini. “Bunda hari ini datang bersilaturahmi. Ini pertama kali bunda datang ke PAUD Nurul Ikhsan ini. Anak-anak harus semangat belajarnya, makanlah makanan sehat dan bergizi, rajin ibadah, berbakti kepada orang tua, serta hormat kepada guru. Itu adalah salah satu jalan menuju kesuksesan,” ujar Noni Hidayat.

Noni Hidayat berharap, anak-anak PAUD Nurul Ikhsan tumbuh menjadi generasi unggul yang berkarakter baik serta sehat jasmani dan rohani, agar mampu berkontribusi bagi pembangunan Bangka Belitung di masa depan.

“Semoga anak-anak di sini tumbuh sehat, menjadi SDM unggul, serta memiliki akhlak dan ilmu yang baik, agar kelak menjadi generasi penerus terbaik Bangka Belitung,” harapnya.

Pada kesempatan itu, Noni Hidayat juga mengajak para siswa mengenal berbagai jenis makanan sehat dan bergizi sebagai bagian dari edukasi pola hidup sehat sejak usia dini.

Noni Hidayat dan Evi Astura dalam kesempatan itu, melakukan peninjauan ke sejumlah ruang kelas yang ada di PAUD Nurul Ikhsan.

Selain itu, dilakukan pula penyerahan bantuan berupa alat peraga edukatif dan alat tulis untuk mendukung proses belajar mengajar di PAUD Nurul Ikhsan.

Tak berhenti di situ, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke mobil perpustakaan keliling milik Pemerintah Kabupaten Bangka Barat. 

Sebagai Bunda Literasi Provinsi Kepulauan Babel, Noni Hidayat menegaskan pentingnya penguatan budaya membaca sejak usia dini.

Menurutnya, peningkatan minat baca anak menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang berkualitas dan berdaya saing.

“Pengayaan literasi wajib dilaksanakan sejak usia dini. Jika minat membaca anak meningkat dan kaya literasi, maka kualitas generasi penerus Bangka Belitung juga akan terus meningkat,” pungkasnya.

Dua kegiatan tersebut, merupakan rangkaian dari agenda Kunjungan Kerja TP-Posyandu 6 SPM Provinsi Kepulauan Babel Dalam Rangka Hari Posyandu Nasional Tahun 2026.

Adapun tema yang diusung dalam kegiatan ini, yakni Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal, Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Yudhistira Fotografer: Dina Editor: AhmadKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Noni Hidayat Arsani Ajak Masyarakat Pesisir Terapkan Hidup Bersih dan Paham Risiko Bencana

Wed, 05/06/2026 - 19:53

PANGKALPINANG – Hidup di wilayah pesisir punya tantangan tersendiri, mulai dari ancaman banjir rob, abrasi, ditambah risiko penyakit akibat lingkungan yang kurang bersih. 

Melihat kondisi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Belitung (Babel) bersinergi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Babel, memberikan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta mitigasi bencana. 

Kegiatan yang diselenggarakan di Halaman Aset Kota, Pantai Pasir bertema "Melalui Kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi Kita Wujudkan Masyarakat Pesisir yang Tangguh Bencana Menuju Babel Berdaya", diikuti oleh warga yang umumnya bermata pencaharian sebagai nelayan, Selasa (6/5/2026).

Pada kesempatan ini, Ketua TP PKK Noni Hidayat Arsani menyampaikan, masyarakat pesisir hidup di antara dua ancaman yang datangnya tanpa peringatan, mulai dari banjir rob, cuaca ekstrem, sampah yang menumpuk, jamban yang tak jarang langsung ke aliran air dan kebiasaan lama yang dapat mengakibatkan diare, serta demam berdarah dengue (DBD). 

“Masalah terbesar PHBS di pesisir bukan tidak tahu, tapi sudah biasa. Bapak dan Ibu, kita tahu cuci tangan penting, tapi kadang air bersih sulit dan kebiasaan buang sampah ke muara sudah turun-temurun. Nah, kebiasaan ini sudah harus kita tinggalkan ya Bapak/Ibu. Karena, tumpukan sampah akan membawa penyakit bagi keluarga kita,” ujarnya. 

Lebih lanjut Noni menjelaskan, selain kesehatan lingkungan, dalam 10 program pokok PKK, selain kesehatan, kebutuhan lain yang mendesak yakni kesiapsiagaan bencana. Menurutnya, hal ini tidak bisa menunggu banjir datang baru bergerak. Untuk itu, PKK akan turut memetakan keluarga rentan seperti lansia, ibu hamil, dan balita agar dapat prioritas evakuasi jika terjadi bencana.

“Sebagai mitra pemerintah yang paling dekat dengan sumur, dapur, dan kasur warga, kami PKK mengisi ruang kosong yang tidak terjangkau program formal. Mari kita bersama mengubah ibu rumah tangga jadi manajer risiko keluarga. Agar keluarga kita selamat,” pungkasnya.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Imelda Fotografer: Jo FandiEditor: Rangga Kategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

TP-PKK Babel Olah Ikan jadi Aneka Produk Bernilai Jual Tinggi, Noni Hidayat: Ibu Berdaya Keluarga Sejahtera

Wed, 05/06/2026 - 06:52

PANGKALPINANG — Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menggelar Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan, di Sekretariat PKK Babel, Selasa (5/5/2026).

Acara yang mengusung tema "Tingkatkan Kreativitas Ciptakan Olahan Ikan yang Inovatif dan Berdaya Saing" itu, diikuti seluruh pengurus TP-PKK Provinsi Babel.

Para peserta dibekali keterampilan mengolah ikan menjadi produk bernilai jual, yang tak hanya sehat, tapi juga berpeluang membuka pintu usaha rumahan.

Adapun bahan baku dalam pelatihan itu, disulap menjadi berbagai jenis empek-empek, tekwan, hingga produk olahan ikan lainnya yang bernilai jual tinggi.

Dalam kesempatan itu, peserta juga diajarkan sejumlah teknik pengolahan ikan, mulai dari takaran adonan ikan dan sagu yang pas, teknik perebusan, penggorengan, hingga teknik penyajian produk agar menarik.

Di pelatihan itu, Ketua TP-PKK Babel, Noni Hidayat Arsani turun langsung membuat adonan bersama peserta lainnya. 

Noni Hidayat mengemukakan, kegiatan tersebut merupakan implementasi program pokok PKK bidang pangan dan peningkatan ekonomi keluarga. 

“Melihat potensi sumber daya alam ikan yang melimpah bisa dibuat produk sehat, bergizi, tahan lama, dan laku dijual,” jelas Noni Hidayat.

Lebih lanjut menurut dia, pelatihan ini tidak berhenti di wajan dan dandang saja. 

Peserta, kata Noni Hidayat, juga dibekali tips hitung modal, pasang harga, hingga penjualan dengan sistem pre-order (PO) lewat WhatsApp dan medsos masing masing. 

“Tujuannya jelas menambah pendapatan keluarga dari bahan yang sudah tersedia di sekitar. Kalau ibunya berdaya, keluarganya pasti sejahtera,” ujarnya.

Noni Hidayat dalam kesempatan itu mengapresiasi antusiasme peserta yang penuh semangat sejak awal sampai akhir. Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa perempuan bisa berdaya, jika diberi kesempatan dan pendampingan. 

“Memotivasi warga, sudah menjadi tugas PKK sebagai mitra pemerintah. Oleh karenanya, para kader terus kami bekali dengan beragam keilmuan, agar bisa maksimal saat turun ke masyarakat," kata dia.

"Ada banyak potensi di Bangka Belitung, salah satunya ikan. Ketika keterampilan sudah kita berikan, maka para kader akan semakin percaya diri dalam mendampingi masyarakat, yang pada akhirnya akan memunculkan keberanian dalam memanfaatkan peluang,” pungkasnya.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Imelda Fotografer: Jo FandiEditor: Yudhistira Kategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

1.744 Calhaj Asal Babel Terbang ke Tanah Suci

Mon, 05/04/2026 - 14:39

PANGKALPINANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung (Babel), kembali melepas calon jemaah haji (Calhaj) asal Negeri Serumpun Sebalai, yang berpusat di Gedung Asrama Haji, Komplek Perkantoran Gubernur Babel, Senin (4/5/2026).

Pelepasan calhaj berjumlah 192 orang pada pukul 10.20 WIB tersebut merupakan rombongan dari kelompok terbang (Kloter) 9, atau kloter terakhir dari Babel yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji 1447 H/2026 M.

Ketua panitia pemberangkatan jemaah haji Babel H.Fahrurrozi menuturkan, total jemaah haji Babel pada 2026 ini sebanyak 1074 orang, yang terbagi dalam 3 penerbangan melalui embarkasi Palembang, yakni kloter 7, 8, dan kloter 9.

"Total awal 1077 orang, namun 3 orang mutasi ke provinsi lain, jadi jemaah haji Babel tahun ini sebanyak 1074 orang," ujar Fahrurrozi di sela-sela pelepasan calhaj menuju Palembang, Sumatera Selatan.

Fahrurrozi mengungkapkan, kloter 7 dan kloter 8 sudah diberangkatkan lebih dulu pada 1 mei (Kloter 7) sebanyak 440 orang (Satu orang menunda keberangkatan), dan 4 orang petugas. Sedangkan kloter 8 yang berjumlah 444 orang diberangkatkan pada 2 Mei 2026.

"Kloter 9 adalah gabungan jemaah haji asal Babel dengan jemaah haji asal Sumatera Selatan. Kloter 9 asal Babel berjumlah 192 orang di berangkatkan dari bendara Depati Amir pukul 12.00 WIB. Kemudian, dari embarkasi Palembang menuju Mekkah pukul 17.15 WIB," katanya.

Fahrurrozi mengungkapkan rasa syukurnya, karena semua calhaj dalam keadaan sehat. Ia berharap para jemaah dapat terus menjaga kondisi kesehatan selama proses ibadah hingga kepulangan kembali ke Tanah Air.

"Semoga para jemaah haji kita selalu diberkahi kesehatan oleh Allah SWT hingga kepulangan nanti. Demikian juga sepulangnya menjadi haji yang mabrur/mabrurah," pungkasnya.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Hasan AMFotografer: LulusEditor: Rangga Kategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Noni Hidayat: Kita Harus Bangga dengan Bahasa Daerah

Sun, 05/03/2026 - 05:33

PANGKALPINANG — Bunda Literasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani menekankan, bahwa masyarakat, termasuk generasi muda, harus bangga dengan bahasa yang dimiliki. Karena menurut dia, bahasa merupakan identitas dari sebuah bangsa atau daerah.

Hal tersebut disampaikan Noni Hidayat usai menghadiri sekaligus menjadi dewan juri acara Puncak Pemilihan Duta Bahasa Babel, di Bangka City Hotel, Pangkalpinang, Sabtu (2/5/2026).

"Kita harus bangga dengan bahasa kita, apalagi bahasa daerah, jangan ragu untuk menggunakannya. Karena bahasa adalah identitas kita sebagai masyarakat Indonesia, khususnya Provinsi Kepulauan Babel," ujarnya.

"Kalau saya, berpegangan pada pepatah lama, dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Sebagai contoh, meski saya bukan asli Babel, tapi selama saya disini saya terus mempelajari bahasa lokal," katanya menambahkan.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, dirinya juga kerap menggunakan bahasa daerah dalam kesehariannya, khususnya saat bertemu dengan masyarakat.

"Ketika saya di pasar misalnya. Saya juga kerap menggunakan bahasa lokal. Kita harus bangga, karena kita punya ragam bahasa dan budaya yang harus dikembangkan dan dilestarikan, karena itu semua adalah identitas dan jati diri kita," katanya.

Noni Hidayat juga mengajak masyarakat, khususnya kalangan remaja di Negeri Serumpun Sebalai, untuk terus meningkatkan minat baca dan mengembangkan literasi.

"Salah satu tujuan pelaksanaan kegiatan ini, yakni mengajak generasi muda kita, khususnya para remaja, untuk terus meningkatkan minat baca dan mengembangkan literasi," pungkasnya.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Yudhistira Fotografer: Yudhistira Editor: Rangga Kategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Jadi Juri Puncak Pemilihan Duta Bahasa Babel 2026, Noni Hidayat Ajak Generasi Muda Cintai Bahasa

Sun, 05/03/2026 - 05:30

PANGKALPINANG — Bunda Literasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, hadir sekaligus menjadi dewan juri pada Puncak Pemilihan Duta Bahasa Babel 2026 yang digelar di Bangka City Hotel, Pangkalpinang, Sabtu (2/5/2026).

Usai kegiatan, Noni menekankan tentang pentingnya peran generasi muda dalam menjaga, melestarikan, sekaligus mengembangkan bahasa sebagai bagian dari identitas bangsa.

Ia mengajak generasi muda Babel untuk tidak hanya mencintai Bahasa Indonesia dan bahasa daerah, tetapi juga menguasai bahasa asing sebagai bekal menghadapi persaingan global.

“Alhamdulillah hari ini saya hadir, sekaligus menjadi dewan juri dalam ajang Duta Bahasa Bangka Belitung 2026. Tadi juga telah terpilih Duta Bahasa yang baru,” ujarnya.

Menurut Noni, peran Duta Bahasa bukan sekadar simbolis, melainkan strategis sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Para Duta Bahasa, kata Noni Hidayat, diharapkan mampu mendorong generasi muda untuk bangga menggunakan Bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, serta meningkatkan kompetensi bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris.

“Tugas mereka tidak ringan, karena harus mengajak masyarakat, khususnya generasi muda kita untuk mencintai bahasa, baik Bahasa Indonesia maupun daerah, serta menguasai bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris,” katanya.

Untuk diketahui, Ajang Puncak Pemilihan Duta Bahasa Babel 2026 diikuti 10 pasang finalis, yang merupakan putra/putri terbaik dari berbagai kabupaten/kota di Negeri Serumpun Sebalai.

Pasangan Muhammad Julio Erlangga dan Josephine Gloria Onggara dinobatkan sebagai pemenang I pada ajang itu, dan akan mewakili Babel dalam Ajang Pemilihan Duta Bahasa Nasional yang diselenggarakan di Jakarta, pada bulan Agustus atau September 2026 mendatang.

Setelah melalui serangkaian tahapan penilaian, terpilih lima pasangan pemenang, yakni:

Pemenang I: Muhammad Julio Erlangga dan Josephine Gloria Onggara.

Pemenang II: Firwadi Astrolio dan Florentina Dwi Yulia;

Pemenang III: Ilham Maulana dan Azzura Syifana;

Pemenang IV: Marcelino Oktofian dan Khusnul Hotimah;

Pemenang V: Dani Akbar Chaniago dan Ermi Cahyati;

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Yudhistira Fotografer: Yudhistira Editor: Rangga Kategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Peringati Hardiknas, Ketua TP PKK Babel Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter Keluarga di Wisuda Santri IKPAH

Sat, 05/02/2026 - 19:50

PEMALI – Bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, memberikan dukungan penuh pada rangkaian wisuda 200 santri TKQ/TPQ binaan Yayasan IKPAH Indonesia Angkatan XXVI, Sabtu (2/5/2026).

Mengawali agendanya sebelum puncak acara wisuda dimulai, Noni beserta rombongan terlebih dahulu meninjau langsung area asrama Ponpes Tunanetra 'Nurul A'Maa'.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua TP PKK Babel ini dibuat kagum dan memberikan apresiasi tinggi saat melihat kegigihan para santri disabilitas netra dalam menghafal ayat suci Al-Qur'an melalui sentuhan jari pada huruf Braille. Bagi Noni, semangat pantang menyerah yang ditunjukkan para santri tersebut adalah cerminan esensi sejati dari semangat Hari Pendidikan Nasional yang patut diteladani.

Beranjak ke Aula Pesantren untuk mengikuti jalannya prosesi wisuda, Noni hadir tak sekadar duduk sebagai tamu kehormatan. Ia turun langsung memandu prosesi pemindahan tali toga para santri dan menyerahkan penghargaan secara khusus kepada anak-anak yang berhasil meraih prestasi gemilang.

Keterlibatan aktif Noni dalam agenda ini merupakan wujud nyata implementasi 10 Program Pokok PKK, terutama pada Kelompok Kerja (Pokja) yang membidangi pendidikan dan pengamalan nilai-nilai karakter dalam keluarga. Menurutnya, momentum Hardiknas harus dimaknai sebagai penguatan fondasi moral anak sejak usia dini.

"Pendidikan karakter dan fondasi moral itu sejatinya bermula dari lingkungan keluarga. Wisuda hari ini menjadi bukti nyata keberhasilan keluarga dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sebagai pedoman hidup generasi penerus kita di Bangka Belitung," ungkap Noni di sela-sela acara.

Sejalan dengan semangat tersebut, Ketua Yayasan IKPAH Indonesia, Riski Amelia, memaparkan bahwa wisuda angkatan ke-26 ini diikuti oleh santri dari 20 lembaga TKQ/TPQ se-Kabupaten Bangka. Ia menegaskan fokus yayasan dalam menjalankan misi sosial keagamaan yang inklusif.

"Kami berkomitmen memberantas buta aksara Al-Qur'an, baik untuk masyarakat awas melalui santri-santri ini, maupun lewat perjuangan teman-teman tunanetra di pesantren ini melalui media huruf Braille," tutur Riski.

Menutup rangkaian agendanya, Noni kembali berharap agar momentum Hardiknas ini dapat menginspirasi seluruh kader PKK di Bangka Belitung untuk terus bergerak aktif di tengah masyarakat. Ia berpesan agar keluarga senantiasa mengambil peran sebagai madrasah pertama dan benteng utama dalam mendidik anak-anak yang tak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: Jo FandiEditor: Imelda Kategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Hadiri Wisuda 200 Santri Yayasan IKPAH, Bunda PAUD Babel Harap Generasi Penerus Terus Cintai Al-Qur'an

Sat, 05/02/2026 - 16:37

Pemali-Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, hadir memberikan dukungan penuh pada prosesi wisuda 200 santri TKQ/TPQ binaan Yayasan IKPAH Indonesia Angkatan XXVI, Sabtu (2/5/2026).

Bertempat di Aula Pesantren Tuna Netra Indonesia 'Nurul A'Maa', Sungailiat, Noni yang hadir didampingi istri Bupati Bangka, Dini Fery Insani, tak sekadar duduk sebagai tamu kehormatan. Ia turun langsung memandu prosesi pemindahan tali toga para santri dan secara khusus menyerahkan penghargaan kepada anak-anak yang meraih prestasi.

Tanpa agenda sambutan formal, rasa bangga Noni justru terlihat jelas dari interaksi hangatnya dengan para santri dan wali murid di sela-sela acara.

"Mereka santri-santri yang diwisuda ini adalah penerus Bangka Belitung yang mencintai Al-Qur'an. Saya harap ada anak-anak lainnya juga mengikuti dan selalu dekat dengan Al-Qur'an," ungkap Noni kepada awak media dan tamu yang hadir.

Terkait pelaksanaan wisuda, Ketua Yayasan IKPAH Indonesia, Riski Amelia, memaparkan bahwa ada sekitar 200 santri dari 20 lembaga TKQ/TPQ se-Kabupaten Bangka yang berhasil menamatkan pendidikan dasar Al-Qur'an pada angkatan ke-26 ini.

Dalam kesempatan tersebut, Riski juga menegaskan dua misi utama yang kini menjadi fokus yayasan.

"Ini dua hal yang kami lakukan saat ini di Pesantren Tunanetra, yakni memberantas buta aksara Al-Qur'an untuk orang awas (penglihatan normal) lewat santri-santri ini, dan juga memberantas buta aksara Al-Qur'an Braille lewat teman-teman tunanetra yang berjuang di pesantren ini," paparnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Bangka, Suprianto Suhari, dalam sambutannya memberikan pengingat tegas kepada seluruh pengelola lembaga pendidikan anak.

"Kami mengingatkan agar tidak terjadi perundungan (bullying) dan kekerasan fisik di lembaga TKQ/TPQ. Jaga keamanan di lingkungan sehingga ramah untuk belajar dan ramah untuk anak," tegas Suprianto.

Sebagai informasi, sebelum puncak acara wisuda ini dimulai, Noni Hidayat Arsani bersama rombongan lainnya menyempatkan diri untuk meninjau langsung area asrama Ponpes Tunanetra 'Nurul A'Maa'.

Dalam tinjauan tersebut, Bunda PAUD Babel ini berinteraksi dekat dan memberikan apresiasi tinggi kepada para santri disabilitas netra. Ia memuji kegigihan para santri yang luar biasa hebat, mampu membaca hingga menghafal ayat suci Al-Qur'an hanya dengan kepekaan jari meraba lembar demi lembar huruf Braille.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: Jo FandiEditor: Imelda Kategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

KKMD Babel Gelar Kajian Dokumen Policy Brief Konservasi dan Rehabilitasi Mangrove, Pj Sekda Ingatkan Hal ini

Thu, 04/30/2026 - 10:16

PANGKALPINANG – Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Kajian Dokumen Policy Brief Konservasi dan Rehabilitasi Mangrove, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan berlangsung di Hotel Santika, Bangka, Pangkalanbaru, Bangka Tengah ini dibuka secara resmi oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afriyanto yang diwakili oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Joko Triadhi.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Babel ini menjadi langkah strategis dalam upaya perlindungan ekosistem pesisir di Bumi Serumpun Sebalai.

Dalam sambutan tertulis Pj. Sekda yang dibacakan oleh Joko Triadhi, ditekankan bahwa kualitas hutan mangrove di Bangka Belitung saat ini terus menghadapi tantangan besar, terutama akibat aktivitas penambangan timah ilegal dan alih fungsi lahan pesisir.

"Dokumen policy brief ini diharapkan menjadi panduan kebijakan yang implementatif bagi seluruh pemangku kepentingan. Kita perlu menyatukan langkah untuk memastikan pemulihan ekosistem mangrove berjalan secara terencana, berkelanjutan, dan selaras dengan rencana pembangunan daerah," ujar Joko saat menyampaikan sambutan Pj. Sekda Babel di hadapan para peserta kegiatan.

Kegiatan ini juga menyoroti peran KKMD sebagai motor penggerak dalam pelestarian lingkungan. Beberapa poin utama yang menjadi fokus dalam dokumen tersebut meliputi: Pertama, Rehabilitasi Mangrove, yakni upaya memulihkan area kritis yang terdampak degradasi lingkungan.

Kedua, Pengembangan Ekonomi Masyarakat, yakni mendorong pengelolaan mangrove yang dapat memberikan manfaat ekonomi, seperti pengembangan desa wisata berbasis alam. Ketiga, Sinergi Lintas Sektor, yakni memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi seperti Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN).

Joko juga mengingatkan pentingnya pelibatan aktif masyarakat lokal dalam pengawalan rencana aksi ini. Menurutnya, keberhasilan konservasi sangat bergantung pada bagaimana masyarakat pesisir mampu menjaga ekosistem yang menjadi benteng alami terhadap abrasi dan bencana laut tersebut.

Kegiatan yang berlangsung di Pangkalpinang ini dihadiri perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, akademisi, serta komunitas peduli lingkungan yang tergabung dalam keanggotaan KKMD Provinsi Babel.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Tim IKPFotografer: KKMBEditor: AhmadKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Diskominfo Babel Paparkan Capaian Provinsi "Informatif" di Uji Petik Kemenkopolkam RI

Wed, 04/29/2026 - 21:41

PANGKALPINANG — Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kementerian Koordinator Politik, dan Keamanan (Kemenkopolkam) Republik Indonesia (RI), menggelar audiensi bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Babel, beserta Komisi Informasi (KI) Babel, di Ruang Tanjung Pesona, Kantor Gubernur Babel, Rabu (29/4/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri Gubernur Babel Hidayat Arsani yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Babel Elius Gani, Asisten Deputi Agung Pratistho, Plt Kepala Diskominfo Babel Fadjri Jagahitam, Ketua dan Wakil KI Babel, Ita Rosita dan Rikky Fermana, beserta jajaran.

Asisten Administrasi Umum Setda Babel Elius Gani, menyambut baik kehadiran perwakilan Kemenkopolkam RI, dalam rangka audiensi, serta evaluasi demi memperkuat komitmen pembangunan informasi dan pelayanan informasi publik di Negeri Serumpun Sebalai.

"Kami berharap audiensi ini menjadikan tata kelola komunikasi publik ke depannya semakin terbuka, partisipatif, dan akuntabel. Dari indeks-indeks, tentunya adalah buah kinerja kami. Untuk itu, kalau ada saran-saran akan menjadi evaluasi bagi kami," ujar Elius.

Asisten Deputi Agung Pratistho menjelaskan, audiensi yang diinisiasi pihaknya merupakan pesan Deputi dan Menkopolkam untuk mendengarkan tantangan, dan kinerja lembaga teknis pelaksanaan keterbukaan informasi di daerah.

"Kami ingin uji petik langsung, mendengar tentang pelaksanaan tugas kawan-kawan. Saya senang hadir di sini yang menunjukkan sinergi yang bagus antara pemerintah daerah dengan relasinya seperti KI Babel, sehingga bukti kehadiran negara dirasakan masyarakat," ujarnya.

Baik KI Babel maupun Diskominfo Babel, kemudian melakukan pemaparan berkenaan keterbukaan informasi yang diukur dari berbagai data. Sebagaimana dipaparkan Plt Kepala Diskominfo Babel, pada hasil monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi publik oleh KI Pusat, selama enam tahun berturut-turut, Babel konsisten berada pada kategori informatif.

Sementara itu, pada tahun 2021, skor Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP) Babel berada di angka 76,51, kemudian tahun 2022 (74,50), tahun 2023 (79,36), dan tahun 2024 (69,82). Dari data tersebut, disimpulkan bahwa skor IKIP Babel setiap tahunnya berada di angka rata-rata nasional. 

"Artinya, skor IKIP Babel selalu berada di skor nasional walaupun angka kenaikannya selalu fluktuatif. Begitu juga indeks komunikasi pembangunan dan informasi publik pada periode 2021-2024 disimpulkan secara umum kalau Babel menunjukkan tren yang baik, dan kompetitif dibandingkan dengan rata-rata nasional," ujar Fadjri.

Sementara itu, IKIP Babel 2025 mendapatkan catatan perlu meningkatkan pelibatan publik, dampak komunikasi, dan kepercayaan masyarakat, dengan beralih dari komunikasi yang sekadar informatif menjadi lebih partisipatif dan berdampak nyata.

Negeri Serumpun Sebalai juga memperoleh capaian dalam Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI), yang di mana terdapat faktor utama dalam peningkatannya, seperti portal Bangka Belitung Digital Service (BDS) sebagai layanan publik digital terpadu. Kemudian kampanye "Babel Semakin Cakap Digital" melalui seluruh kanal media milik Pemprov. 

Selanjutnya, perluasan infrastruktur internet hingga wilayah blankspot juga dilakukan, perluasan akses informasi sampai ke pulau terluar Bangka Belitung, dan SPBE Babel berkategori sangat baik. Dari peningkatan ini, Babel meraih peringkat kedua nasional IMDI 2025, dengan skor 52,15, di mana di atas rata-rata nasional (44,53).

"Progres pada 2026 Diskominfo Babel memiliki strategi pemerataan akses informasi digital, yang menjadi kunci pemenuhan hak akses masyarakat atas informasi publik. Beberapa inovasi juga telah dilakukan dalam pelaksanan 2026," ujar Fadjri.

Inovasi-inovasi tersebut di antaranya, dengan menghadirkan portal PPID, layanan satu data, serta Limas Babel yang merupakan aplikasi wifi area publik dengan menghadirkan Mobil Kominfo (MINFO). Selanjutnya layanan disabilitas, Babel digital service, dan kolaborasi dengan humas/public relation.

Paparan yang dijabarkan Plt Kepala Diskominfo Babel di hadapan perwakilan Kemenkopolkam, mendapat penguatan dari KI Babel yang menilai keterbukaan informasi publik di Babel terus berjalan, semakin meningkat, dan semakin diterima oleh masyarakat. Hal ini pun mendapat apresiasi dari Ketua KI Babel Ita Rosita.

"Ini bisa kami lihat pada saat kunjungan monitoring dan evaluasi, dan pada saat pelaksanaan sengketa informasi di Komisi Informasi, di mana badan publik melakukan pelayanan optimal, dan memberikan rambu-rambu proses persyaratan yang harus dipenuhi oleh pemohon," pungkasnya.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Rangga Fotografer: Jo FandiEditor: Imelda Kategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Noni Hidayat Inisiasi Pelatihan Membatik, Lestarikan Budaya dan Munculkan Potensi Usaha Baru

Wed, 04/29/2026 - 05:16

PANGKALPINANG — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, menginisiasi kegiatan Pelatihan Membatik.

Kegiatan itu digelar di Gedung Sekretariat PKK Provinsi Kepulauan Babel, Selasa (28/4/2026), dengan mengusung tema "Tingkatkan Kreativitas, Wujudkan Perempuan Berdaya dan Mandiri”.

Usai pelatihan, Noni mengemukakan, bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar transfer keterampilan dan peningkatan ekonomi. Menurut dia, membatik adalah identitas bangsa. 

"Jika ibu-ibu PKK dan anak muda kita mahir membatik, maka budaya nusantara akan tetap lestari. Selain itu, akan muncul peluang usaha baru juga," kata Noni.

Noni mengatakan, kegiatan ini dapat menjadi jalan pembuka untuk menciptakan perempuan berdaya dan mandiri secara ekonomi.

"Membatik berpotensi menciptakan peluang ekonomi baru, khususnya di lingkungan keluarga. Kami dari PKK siap mendampingi," ujarnya.

Noni berharap, pelatihan tersebut dapat menginspirasi pembentukan kelompok usaha batik di Kepulauan Babel.

"Semoga masyarakat kita terinspirasi dan akhirnya membentuk kelompok usaha batik di sini," tutupnya.

Untuk diketahui, selama pelatihan, para peserta dibimbing langsung oleh perajin batik lokal Pinang Sirih. 

Mereka diajarkan sejumlah teknik dasar, mulai dari membatik dengan metode melipat, hingga proses pewarnaan kain.

Kegiatan ini diikuti 40 peserta, yang terdiri dari pengurus TP PKK Provinsi Kepulauan Babel dan perwakilan siswi SMAN 1 Pangkalanbaru.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Imelda Fotografer: LulusEditor: Yudhistira Kategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Buka Peluang Ekonomi Baru bagi Perempuan Pesisir, TP-PKK Babel Gelar Pelatihan Pemanfaatan Daun Nipah

Fri, 04/24/2026 - 11:35

SUNGAI SELAN — Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar pelatihan pemanfaatan daun nipah di Dusun Pangkalraya, Kelurahan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (23/4/2026). 

Kegiatan ini menyasar ibu rumah tangga di wilayah pesisir yang selama ini belum memanfaatkan potensi tanaman nipah sebagai sumber pendapatan.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program Gerakan Keluarga Indonesia dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi (Gelari Pelangi), yang difokuskan pada penguatan ekonomi keluarga berbasis sumber daya lokal.

Ketua Bidang II TP-PKK Babel, Sri Hadiyati Yunan Helmi, yang mewakili Ketua TP-PKK Noni Hidayat Arsani, mengatakan kegiatan ini juga menjadi momentum memperingati Hari Kartini, dengan menekankan peran perempuan dalam pembangunan ekonomi keluarga.

“Pemanfaatan daun nipah ini diharapkan tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi berlanjut menjadi kegiatan ekonomi produktif yang memberi nilai tambah bagi keluarga. Ini juga merupakan bagian dari 10 program pokok PKK,” kata Sri Hadiyati, mewakili Ketua TP-PKK Babel Noni Hidayat Arsani.

Menurut dia, daun nipah yang melimpah di kawasan pesisir selama ini belum diolah secara maksimal. 

Melalui pelatihan ini, kata Sri Hadiyati, peserta dibekali keterampilan menganyam dan mengolah daun nipah menjadi produk bernilai jual, seperti table runner, hampers, gantungan kunci, tas dan lain-lain.

Narasumber pelatihan, Eva Deswanti, menilai kegiatan ini membuka peluang diversifikasi pendapatan bagi masyarakat. Ia menyebut sebagian besar warga setempat bekerja sebagai pekebun dan mengambil upah harian, dengan penghasilan yang tidak menentu.

“Dengan keterampilan ini, ibu-ibu memiliki alternatif sumber penghasilan yang bisa dikerjakan dari rumah,” ujar Eva.

Eva menambahkan, produk olahan daun nipah yang dihasilkan peserta berpeluang menembus pasar yang lebih luas, bahkan pihaknya merencanakan pemasaran ke Pameran Trade Expo Indonesia di ICE BSD, Jakarta.

“Targetnya bukan hanya pasar lokal, tapi juga bisa masuk ke pameran berskala nasional hingga internasional. Mudah-mudahan bisa terealisasi dan mendapat banyak pesanan sehingga ibu-ibu di sini meningkat kesejahteraannya. Terima kasih ibu Noni,” kata dia.

Salah satu peserta pelatihan, Misnah, mengaku pelatihan tersebut memberi harapan baru bagi ekonomi keluarganya. 

“Terima kasih Ibu Noni. Dengan adanya pelatihan ini, emak-emak di Dusun Pangkalraya ini ada kegiatan baru. Kalau berlanjut, kami bisa punya penghasilan tambahan untuk memperkuat ekonomi keluarga,” tutup Misnah.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Yudhistira Fotografer: Jo FandiEditor: Imelda Kategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Cicipi Empek-Empek Udang “Yuk Sum”, Noni Hidayat Arsani Dorong Belo Laut Jadi Destinasi Oleh-Oleh Unggulan

Wed, 04/22/2026 - 05:14

BANGKA BARAT — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, melanjutkan rangkaian kunjungannya di Kabupaten Bangka Barat, dengan menyambangi sentra produksi kuliner khas di Belo Laut, Muntok, Selasa (21/4/2026).

Kunjungan itu, dilakukan usai pengukuhan Evi Astura Markus, sebagai Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Bangka Barat, periode 2025–2030. 

Dalam kesempatan itu, Evi mengajak Noni meninjau proses produksi sekaligus mencicipi empek-empek udang khas Belo Laut produksi “Yuk Sum”.

Setelah melihat proses produksi dan mencicipi empek-empek "Yuk Sum" Noni mengaku terkesan dengan kualitas produk UMKM tersebut, terutama dari segi rasa dan tekstur.

“Empek-empek Yuk Sum ini enak, udangnya terasa dan kualitasnya sangat baik,” ujar Noni.

Menurutnya, produk UMKM tersebut tidak hanya diminati pasar lokal, tetapi juga telah menjangkau pasar internasional. 

Noni menyebut, masyarakat Babel yang bermukim di luar negeri kerap membawa produk ini sebagai oleh-oleh, khususnya saat momentum tradisi Ceng Beng.

“Produk ini sudah go internasional. Banyak masyarakat kita yang tinggal di luar negeri membawa oleh-oleh ini saat kembali,” katanya.

Noni menilai, kualitas produk tersebut memiliki daya saing tinggi dan berpotensi menjadi ikon kuliner daerah. Ia pun mendorong penguatan promosi agar produk serupa semakin dikenal luas.

Lebih jauh, ia mengajak wisatawan yang berkunjung ke Muntok untuk menyempatkan diri singgah di Belo Laut sebagai pusat oleh-oleh khas setempat.

“Kalau berkunjung ke Muntok, jangan lupa mampir ke sini dan membeli oleh-oleh khas Belo Laut,” tukasnya.

Untuk diketahui, usaha “Yuk Sum” merupakan binaan UP2K PKK, Dinas Tenaga Kerja, serta Dinas Koperasi dan UKM. Selain empek-empek udang, "Yuk Sum" juga memproduksi kemplang dan kerupuk dengan merek yang sama.

Untuk diketahui pula, Belo Laut selama ini dikenal sebagai sentra produksi empek-empek udang di Bangka Barat, dengan produk yang tidak hanya diminati masyarakat lokal, tetapi juga telah merambah pasar yang lebih luas.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: LulusFotografer: LulusEditor: Yudhistira Kategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Bunda Noni Hidayat Arsani Kukuhkan Ketua FORIKAN dan Bunda Literasi Bangka Barat, Perkuat SDM Sehat dan Cerdas

Tue, 04/21/2026 - 21:03

MENTOK — Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN) Kepulauan Bangka Belitung (Babel), yang juga menjabat sebagai Bunda Literasi Provinsi, Noni Hidayat Arsani, secara resmi mengukuhkan Evi Astura Markus sebagai Ketua Forikan Kabupaten Bangka Barat 2025–2030, sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Bangka Barat 2026–2030. 

Dalam sambutannya, Noni Hidayat Arsani menegaskan, kedua momen pengukuhan tersebut memiliki peran strategis dalam membentuk masyarakat yang cerdas, sehat, dan berdaya saing. FORIKAN hadir untuk mengajak masyarakat gemar mengonsumsi ikan guna meningkatkan gizi, serta menciptakan generasi yang sehat dan kuat.

“FORIKAN hadir untuk mengajak masyarakat gemar makan ikan, meningkatkan gizi, dan menciptakan generasi yang sehat dan kuat,” ujar Noni pada prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat, di Grha Aparatur, Pemkab Babar, pada Selasa (21/4/2026).

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya peran Bunda Literasi sebagai figur teladan dalam menanamkan kecintaan membaca, dan menulis sejak dini. Menurutnya, literasi menjadi fondasi utama dalam membangun karakter dan wawasan anak-anak agar siap menghadapi tantangan masa depan.

“Bunda Literasi adalah sosok tuntunan dalam menanamkan kecintaan membaca dan menulis sejak dini,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Noni turut menyampaikan ucapan selamat kepada Evi Astura Markus, sekaligus menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Babel siap berkolaborasi dalam mendukung program-program yang dijalankan.

Sebelumnya, Evi Astura Markus telah aktif melakukan berbagai kegiatan, di antaranya membagikan makanan olahan berbahan dasar ikan ke sejumlah PAUD. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendukung tumbuh kembang anak melalui pemanfaatan hasil perikanan laut Babel yang melimpah. 

Di sisi lain, ia juga mendorong penguatan literasi sejak usia dini dengan menanamkan budaya gemar membaca sebagai fondasi generasi yang cerdas. Evi menyampaikan, keberhasilan program ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati Bangka Barat, Markus dalam sambutannya menegaskan, penguatan literasi dan peningkatan konsumsi ikan merupakan langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas di daerah.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: LulusFotografer: LulusEditor: Rangga Kategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Pages